Strategika!

Organization Development dan Tantangan yang Dihadapi Organisasi

Posted in Manajemen by efendi arianto on December 24, 2013

odtantanganorg
Sumber Gbr: http://www.2012books.lardbucket.org

Ditulis oleh Efendi Arianto pada December 24, 2013. Silahkan mengutip dengan menyebutkan sumbernya.

Perubahan datang kepada kita dengan cepat selayaknya tanah longsor yang datang dengan tiba-tiba. Ketika hal itu terjadi, kebanyakan dari kita bahkan tidak menyadarinya atau tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Organisasi juga perlu beradaptasi dengan perubahan pasar dan pada saat yang sama juga harus sibuk berurusan dengan kebutuhan untuk memperbarui tenaga kerja.

Pada saat ini, para manajer di berbagai perusahaan dihadapkan dengan proses perubahan yang besar dan menantang. Kita bisa menyebutnya satu per satu, seperti: re-engineering, restrukturisasi, transformasi, flatening, downsizing, rightsizing, a quest for global competitiveness, – semuanya nyata dan radikal, dan terjadi di semua perusahaan di sekitar kita.

Kompetisi global dan penurunan kondisi perekonomian telah membuat banyak perusahaan di berbagai negara maju menjadi lemah. Mereka menjadi kelebihan tenaga kerja, tidak efisien dan bergerak lambat. Untuk meningkatkan produktivitas, competitiveness, dan menekan biaya, berbagai perusahaan merubah cara mereka mengelola dan menjalankan perusahaan.

Para manajer di masa sekarang dihadapkan pada dunia yang keras dengan kehadiran para pesaing dan berbagai inovasi yang berkembang. Di masa depan, perusahaan yang mampu bertahan adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Oleh karena itu, mempersiapkan para manajer untuk beradaptasi dengan perubahan menjadi hal yang sangat penting. Para manajer tidak hanya perlu fleksibel dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga harus mampu melakukan diagnosis permasalahan serta mengimplementasikan program perubahan.

Organisasi bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Organisasi berada dalam interaksi yang menerus dengan faktor-faktor eksternal (lihat gambar).

lingkunganorg

Kondisi yang dihadapi organisasi di masa sekarang sangatlah berbeda dengan kondisi satu dekade yang lalu. Berbagai perusahaan menghadapi persaingan yang bersifat domestik maupun persaingan yang bersifat global. Perubahan gaya hidup dari konsumen dan perubahan teknologi semuanya menyebabkan tuntutan terhadap perubahan. Tingkat perubahan bervariasi dari satu organisasi dengan organisasi lainnya, namun semuanya dihadapkan pada kondisi dan tekanan eksternal. Banyak dari perubahan eksternal ini menekan pada organisasi, sementara lainnya terjadi secara internal. Karena perubahan terjadi dengan cepat, maka diperlukan cara-cara baru untuk menanganinya.

Tujuan dari Organization Development adalah 1) untuk memunculkan kepedulian terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan yang dihadapi oleh para manajer, dan 2) untuk menyediakan teknik dan kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi perubahan di organisasi.

Organisasi menggunakan berbagai metode dan teknik OD untuk meningkatkan efektivitas dan adaptibilitas mereka terhadap kondisi perubahan.

Organization Development, Apakah Itu?

Apa yang membuat satu organisasi menjadi pemenang, sementara lainnya gagal memanfaatkan kesempatan yang sama? Kunci keberhasilan bukanlah pada ukuran kuantitatif yang rasional, melainkan kepada komitmen yang tidak rasional, sesuatu yang sulit untuk diukur dan terkait dengan manusia, misalnya: kualitas, layanan pelanggan, dan fleksibilitas untuk menghadapi lingkungan yang berubah. Bahkan ketika perubahan tersebut terkait dengan penerapan teknologi, komponen yang krusial adalah faktor manusia. Keterlibatan dan komitmen karyawan merupakan kunci dari keberhasilan perubahan.

Organization Developmen (OD) terdiri atas upaya-upaya dan program jangka panjang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan organisasi untuk bertahan dengan merubah proses pembaruan dan pemecahan masalah. OD dimaksudkan untuk menuju kepada kondisi organisasi yang adaptif dan mampu mencapai organizational excellence dengan mengintegrasikan tujuan organisasi dengan keinginan individu untuk tumbuh dan berkembang. OD dilakukan dengan cara-cara berikut:
1. Direncanakan
2. Meliputi keseluruhan organisasi,
3. Dikelola dari atas,
4. (Untuk) Meningkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi,
5. (Melalui) Intervensi yang direncanakan dalam berbagai proses organisasi dengan menggunakan pemahaman ilmu perilaku.

OD merupakan pendekatan sistematis terhadap perubahan, yang direncanakan dengan baik. Hal tersebut meliputi perubahan terhadap keseluruhan organisasi, maupun terhadap sebagian dari suatu organisasi. Tujuan dari OD adalah untuk meningkatkan efektivitas dari sistem dan untuk mengembangkan potensi dari para anggota individu yang berada di dalamnya. Hal ini meliputi sejumlah aktivitas intervensi dari ilmu perilaku yang direncanakan. OD dilakukan dengan melibatkan anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dan tujuan individu dengan dengan menerapkan upaya-upaya perbaikan menerus secara berkesinambungan.

Pemahaman lebih lanjut mengenai OD:

OD bukanlah pendekatan mikro terhadap perubahan. Management Development, misalnya, bertujuan untuk merubah perilaku individual, sementara OD fokus pada sasaran-sasaran makro terkait dengan pengembangan dan perbaikan organisasi dan dilakukan secara manajerial.

OD menerapkan lebih dari satu macam teknik. OD menggunakan berbagai teknik berbeda, seperti total quality management, atau job enrichment, yang jika dilakukan satu-per-satu bukanlah sebuah OD.

OD tidak termasuk perubahan yang bersifat random atau ad hoc. OD mengacu kepada penilaian sistematis dan diagnosis masalah, yang mendorong dilakukannya upaya-upaya perubahan spesifik yang terencana.

OD bertujuan lebih dari sekedar masalah moral atau perilaku. OD bertujuan pada keseluruhan efektivitas dan kesehatan organisasi. Kepuasan pertisipan merupakan salah satu aspek yang dituju dari upaya perubahan, tetapi juga termasuk berbagai parameter efektivitas lainnya.

OD merupakan disiplin ilmu yang sedang berkembang untuk meningkatkan efektivitas dari organisasi dan anggotanya, dengan kata lain merupakan program perubahan yang dilakukan secara sitematis. Organisasi yang efektif adalah jika organisasi tersebut dan anggota yang ada di dalamnya dapat tumbuh dan berkembang. Organisasi dengan lingkungan semacam itu adalah sebuah organisasi yang sehat. Tujuan OD adalah untuk membuat organisasi menjadi sehat dan menjadi lebih efektif. Konsep ini berlaku umum di berbagai macam organisasi, termasuk misalnya di sekolah, organisasi keagamaan, militer, pemerintahan dan dunia usaha.

Perubahan merupakan cara hidup organisasi di jaman sekarang, namun demikian organisasi juga dihadapkan pada kebutuhan untuk mempertahankan operasional dan identitas yang stabil dalam rangka mencapai tujuan utama organisasi. Sebagai konsekuensinya, organisasi yang berurusan dengan pengelolaan perubahan menyadari bahwa cara mereka mengelola perubahan menjadi kritikal. Dibutuhkan adanya pendekatan yang sistematis, membedakan antara hal-hal yang efektif dan sehat, dengan yang tidak.

Upaya-upaya yang bersifat mendadak dan jangka pendek tanpa perencanaan, justru akan menimbulkan permasalahan baru yang sebelumnya tidak terjadi. Atau mengakibatkan dampak sampingan yang menjadi lebih rumit dari permasalahan intinya. Para manajer harus memahami bahwa stabilitas, atau ekuilibrium, dengan berbagai alasan cenderung dipertahankan dalam suatu organisasi. Perubahan jelas akan memberikan gangguan terhadap kondisi yang stabil tersebut. Karenanya suatu upaya perubahan tanpa perencanaan atau hanya ditujukan untuk sekedar perubahan, tentu tidaklah akan efektif. Malahan bisa tidak berfungsi sama sekali.

Karakteristik OD

Untuk lebih memahami definisi dari OD, berikut adalah beberapa karakteristik dasar dari program OD:

Change. OD adalah strategy terencana yang dijalankan untuk perubahan organisasi. Upaya perubahan tersebut bertujuan pada sasaran spesifik dan berdasarkan pada suatu diagnosis dari area yang bermasalah.

Collaborative. OD pada dasarnya memerlukan pendekatan kolaboratif untuk perubahan yang meliputi partisipasi dan keikutsertaan dari anggota organisasi yang terkena dampak perubahan.

Performance. Program OD termasuk mendorong pada cara-cara untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja dan kualitas.

Humanistic. OD tergantung pada satu set nilai-nilai humanistik tentang manusia dan organisasi yang bertujuan untuk mencapai organisasi yang lebih efektif dengan membuka kesempatan baru untuk lebih memberdayakan potensi manusia.

System. OD mewakili suatu pendekatan sistem yang mempertimbangkan hubungan antar divisi, departemen, kelompok, dan individu, sebagai suatu subsistem yang saling tergantung satu sama lain dari organisasi secara menyeluruh.

Scientific. OD adalah berdasarkan pendekatan scientific untuk meningkatkan efektivitas organisasi.

Dalam terminologi yang lebih umum, OD menjadi acuan dasar bahwa untuk dapat menjadi efektif, suatu organisasi haruslah lebih dari sekedar efisien. Organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan.

Mereka yang menerapkan OD akan berpendapat, bahwa teknik pelatihan konvensional tidak lagi mencukupi untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku yang diperlukan untuk menciptakan organisasi yang mampu beradaptasi. Menghadiri ceramah mengenai manajemen perubahan atau tentang organisasi yang efektif, hanya akan bagus di tahapan awal, tetapi kata-kata saja tidak akan menghasilkan kinerja organisasi yang ekseptional.

Ada berbagai teknik OD, dan setiap individu yang menggunakan OD dapat mengacu pada satu atau kombinasi dari berbagai pendekatan. Terlepas dari metode yang dipilih, tujuannya adalah bekerja dengan mengacu pada keseluruhan perspektif dari organisasi, jadi perlu meningkatkan kemampuan untuk bekerja secara menyeluruh untuk merespon lingkungan yang berubah.

Organisasi memiliki tujuan, seperti menghasilkan laba, bertahan dalam bisnis, dan tumbuh berkembang, tetapi setiap anggota individual juga memiliki keinginan dan kebutuhan yang harus dipenuhi, serta sasaran karir yang hendak dicapai di dalam organisasi. OD adalah suatu process yang dapat memberikan manfaat baik kepada organisasi maupun kepada individu-individu yang berada di dalamnya.

Mengapa Menggunakan OD?

Mengapa terdapat area baru yang tumbuh berkembang dengan cepat? Organisasi dirancang untuk mencapai berbagai tujuan atau fungsi dan untuk terus melakukannya selama mungkin. Karenanya terkadang hal inilah membuat organisasi tidak punya kemauan untuk berubah dan berada dalam kondisi status quo.

Namun demikian, perubahan telah terjadi pada setiap organisasi, dari yang besar sekelas IBM, GE dan Boeing hingga ke perusahaan-perusahaan skala kecil. Tak seorangpun dapat lari dari perubahan, dan perubahan adalah pekerjaan dari setiap orang. Para manajer di setiap tingkatan harus memiliki kemahiran dalam hal perubahan organisasi dan teknik-teknik yang terbarukan mengenai perubahan organsiasi.

Sebuah penelitian yang mengevaluasi mengapa suatu organisasi menjalankan program perubahan skala besar, menemukan bahwa faktor-faktor berikut merupakan alasan dilakukannya program perubahan:

1. Level of competition: 68 persen dari responden mengindikasikan bahwa organisasi menghadapi kompetisi tinggi atau sangat tinggi.

2. Survival: lebih dari 15 persen mengindikasikan bahwa organisasi akan dipaksa keluar dari bisnis dalam beberapa tahun ke depan jika tidak melakukan program perubahan.

3. Improved performance: 82 persen mengindikasikan bahwa tanpa program OD, organisasi akan secara pertahap mengalami penurunan kinerja.

Study ini juga menunjukkan berbagai tujuan utama dari program perubahan yang ditampilkan dalam Tabel berikut.

Tabelodtantangan

Sasaran lain yang disebutkan meliputi perubahan budaya perusahaan, menjadi lebih adaptif, meningkatkan competitiveness. Dalam lingkungan bisnis masa kini, para Manajer haruslah secara menerus memonitor perubahan dan menyesuaikan system mereka agar tetap kompetitif untuk bisa bertahan dalam arena turbulen. Kodak, misalnya berupaya untuk berubah dengan fokus pada konsumen yang menggunakan kamera dijital dibandingkan kamera film. Jika mereka tidak melakukan investasi dalam kamera dijital, maka sudah pasti mereka akan bangkrut.

Salah satu makna penting dari OD adalah menciptakan organisasi yang lebih adaptif. Warren Bennis, salah satu penggagas OD mengidentifikasi tiga faktor yang mendasari kemunculan OD:

1. Kebutuhan akan bentuk organisasi yang baru. Organisasi cenderung untuk mengadopsi bentuk tertentu pada suatu kurun waktu. Pada saat ini, diperlukan bentuk yang lebih adaptif.

2. Fokus pada perubahan budaya. Setiap organisasi membentuk budaya-nya sendiri, yaitu nilai-nilai dan sistem yang berbeda. Satu-satunya cara untuk berubah adalah dengan mengubah budaya organisasi.

3. Meningkatkan kepedulian sosial. Karena adanya perubahan perilaku sosial, karyawan di masa mendatang tidak akan lagi mau menerima gaya manajemen otokratis; karenanya kepedulian sosial yang lebih besar diperlukan oleh organisasi.

Referensi:

Burnes, B (2009), Managing Change, Strategic Approach to organizational Dynamics, Fifth Ed. Pearson Education Limited.

Donald, RB. and Harvey, D. (2006), An Experiential Approach to Organization Development, 7th edition, Prentice Hall.

McLean, GN. (2009), Organization Development: principles, Processes, Performance., Berrett-Koehler Publishers, Inc.

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. ika said, on July 11, 2014 at 6:20 am

    strategi menghadapi tantangan dalam organisasi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: