Strategika!

Quiet Leaders yang Memimpin Secara Diam-diam

Posted in Manajemen by efendi arianto on November 12, 2007

quietleaders.jpg

Ditulis oleh Efendi Arianto pada Nov 12, 2007. Silahkan mengutip dengan menyebutkan sumbernya.

Berbeda dengan paparan konsep kepemimpinan yang biasanya ditampilkan secara eksplisit dan penuh determinasi, ada sebuah buku yang menyampaikan keberadaan gaya kepemimpinan dari para pemimpin yang berhasil melakukan kepemimpinannya tanpa banyak kehebohan. Buku ini berjudul “Leading Quietly” karya Joseph L. Badaracco, Jr., yang diterbitkan oleh Harvard Business School Press pada tahun 2002. Penulisnya adalah Profesor Strategi dan Manajemen di Sekolah Bisnis Harvard.

Menurut penulis buku ini, “Quiet leaders” adalah orang-orang yang realis. Mereka berupaya keras untuk melihat dunia ini apa adanya. Hal ini lebih merupakan upaya untuk memahami, lebih seperti “sixth sense”, bahwa semua kejadian dapat saja terjadi dan bisa terjadi.

Quiet leaders mencoba memahami bahwa berbagai hal dapat terjadi karena kita dan setiap orang memang bertindak dengan berbagai alasan, dengan niat baik maupun dengan niat jelek, ada yang mengerti dengan jelas dan ada yang kebingungan, ada yang masuk akal dan ada yang tidak masuk akal.

Realisme dari quiet leaders bukanlah merupakan pesimisme atau sinisisme. Hal ini lebih dimaksudkan untuk membuat ruang bagi alternatif jalan keluar apabila orang mendapatkan kejutan dan tekanan.

Terkadang sesuatu dapat menjadi lebih buruk dari yang diperkirakan, dan hanya melihat secara sepintas kepada persoalan yang terjadi akan bisa berakibat salah dan menambah kompleksitas. Itulah sebabnya quiet leaders selalu bergerak secara hati-hati, menyiapkan semua rencana cadangan dan selalu awas dengan lingkungan sekelilingnya. Terkadang sesuatu juga bisa menjadi lebih bagus dari yang diperkirakan, sehingga mereka dapat lebih siap untuk menangkap kesempatan yang ada.

Pada kenyataannya, seringkali, segala sesuatu memang dapat berubah demikian berbeda dari yang setiap orang sangka. Dan para quiet leaders ini lebih siap untuk mengemasnya dan mengatasinya atau melakukan manuver terhadapnya.

Quiet leaders melihat dunia ini lebih sebagai kaleidoskop ketimbang sebagai suatu yang tertata rapi dan penuh kepastian. Pada kebanyakan organisasi, dalam kebanyakan waktu, kepentingan pribadi dan ketidaksiapan situasi, campur aduk menjadi satu dengan loyalitas, komitmen, determinasi dan integritas. Hal seperti ini terus akan terjadi, didorong oleh dinamika dan ekonomi masa kini, ketidaksabaran dan kegigihan dari kehidupan kontemporer saat ini, dan dorongan dari umur umat manusia yang semakin menua.

Quiet leaders mempercayai nilai-nilai yang dijunjung tinggi, tetapi mereka tidak menyampingkan betapa rapuhnya nilai-nilai yang ada. Mereka tidak sinikal, dan mereka tidak sedang mencoba untuk mengabaikan idealisme orang lain, atau juga idealisme mereka sendiri. Mereka secara penuh sadar mengakui keterbatasan dan nuansa dari kekuatan, bahkan dari orang-orang yang memiliki jabatan paling tinggi. Quiet leaders tidak pernah lupa bahwa dunia ini terbagi atas kekuatan yang besar dari para “orang dalam”, yang secara hati-hati menjaga kepentingan mereka, serta para “orang luar” yang berambisi, dan selalu berusaha untuk masuk ke dalam lingkaran dalam.

Ini adalah beberapa dari alasan-alasan mengapa quiet leaders bergerak langkah demi langkah untuk mengatasi berbagai persoalan sulit.

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. pratolo said, on March 24, 2009 at 4:51 am

    tampaknya sebuah buku bagus yg patut dibaca.
    salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: