Strategika!

Pertumbuhan Produksi Minyak Sawit Indonesia 1964-2007

Posted in Ekonomi, Kelapa Sawit by Efendi Arianto on December 5, 2008

kereta_sawit
Sumber gambar: www.pu.go.id

Industri kelapa sawit Indonesia telah tumbuh secara signifikan dalam empat puluh tahun terakhir. Sejak tahun 2006 Indonesia telah menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia. Bersama dengan Malaysia, Indonesia menguasai hampir 90% produksi minyak sawit dunia.

Konsumen terbesar dunia adalah China, India dan Uni Eropa. Pada perkembangan mendatang, peningkatan konsumsi per kapita minyak makan di China dan India yang disertai dengan peningkatan jumlah penduduknya akan merupakan pasar utama minyak makan dunia. Kebijakan biofuel dan bioenergi juga akan membuat industri minyak sawit akan terus tumbuh secara signifikan. Sebagai produsen utama di tengah konstelasi industri minyak sawit dunia, maka sudah seharusnya industri minyak sawit Indonesia ditata agar dapat secara optimal dimanfaatkan berbasiskan sumber daya yang tersedia.

Indonesia, walaupun bukan tempat asal mula tanaman kelapa sawit, memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah perkelapasawitan. Dimulai dengan penanaman empat pokok tanaman kelapa sawit di Kebun Raya Bogor pada tahun 1848, tanaman kelapa sawit unggul menyebar ke seluruh dunia dan menjadi tanaman komersial sejak tahun 1911 (Mangoensoekarjo, et.al. 2005).
(more…)

Tagged with: ,

Perilaku Harga Minyak Sawit

Posted in Ekonomi, Kelapa Sawit by Efendi Arianto on July 6, 2008


Sumber gambar: www.comesatradehub.com

PENDAHULUAN

Dekade ini ditandai oleh fenomena melejitnya harga bahan bakar fosil yang memaksa berbagai negara mencari sumber-sumber energi alternatif terbarukan, yaitu bioenergi. Jika pada tahun 2000 harga minyak bumi (CO, crude oil) adalah US$ 21 per barrel, maka pada tahun 2008 (28 Juni) harga minyak bumi telah mencapai US$ 140-an per barrel.

Meroketnya harga energi berdampak langsung pada harga produk pertanian melalui kenaikan biaya input semisal pupuk, dan biaya transportasi (Nainggolan. 2007). Dilihat dari faktor ekonomi, kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi India yang mencapai 8% dan juga pertumbuhan ekonomi Cina yang mencapai besaran 10%. Hal ini pada gilirannya mempengaruhi besaran konsumsi energi kedua negara tersebut secara signifikan.

Pencarian bahan bakar alternatif bersumber bioenergi memang telah memberikan persaingan terhadap sumber daya pangan. Hal ini dapat terjadi jika lahan dan sumber daya produktif pertanian berubah menjadi sumber daya untuk pasokan energi. Secara makro ekonomi, alasan peningkatan harga bahan pangan dapat dijelaskan pada dua sisi, yaitu demand side dan supply side. (more…)

Tagged with: ,

Klasifikasi dan Konsentrasi Industri Minyak Sawit Indonesia

Posted in Ekonomi, Kelapa Sawit by Efendi Arianto on February 3, 2008

pom.jpg
Gambar: southern.com.my

PENDAHULUAN

Klasifikasi industri adalah suatu hal penting dalam struktur pasar mengingat semakin besar jumlah penjual (produsen) maka akan semakin kompetitif industri tersebut.

Klasifikasi industri dapat dikelompokkan dalam empat kategori berdasarkan karakteristiknya masing-masing sebagai berikut.

Perfect Competition
- banyak penjual
- produk yang homogen
- tidak ada hambatan untuk masuk

Monopolistic Competition
- banyak penjual
- produk terdiferensiasi
- tidak ada hambatan untuk masuk

Oligopoly
- sedikit penjual
- produk homogen atau terdiferensiasi
- hambatan untuk masuk tinggi

Monopoly
- hanya ada satu penjual
- produk yang unik
- hambatan untuk masuk sangat tinggi

Monopoly adalah bentuk konsentrasi industri yang paling tinggi. Semakin terkonsentrasi suatu industri, kekuatan pasar (market power; kemampuan untuk menentukan harga) dari suatu perusahaan dalam suatu industri juga akan meningkat. Umumnya, margin laba akan suatu perusahaan meningkat ketika kekuatan pasar yang dimilikinya meningkat. (more…)

Growth Value Map Perusahaan (Perkebunan) Kelapa Sawit Indonesia: Penggambaran Value Management Masa Kini dan Masa Depan

Posted in Kelapa Sawit, Manajemen, Strategi by Efendi Arianto on December 29, 2007

value.jpg

PENTINGNYA PENGELOLAAN EKSPEKTASI NILAI PERUSAHAAN

Kapitalisasi pasar (market capitalization) yang tinggi sekarang telah menjadi sasaran penting yang ingin dicapai oleh setiap perusahaan. Kapitalisasi pasar diyakini dapat menggambarkan persepsi terhadap keberhasilan ekonomi dan dapat membantu perusahaan mencapai tujuan-tujuan strategis. Sebagai sebuah metrics untuk kinerja perusahaan, kapitalisasi pasar mencerminkan baik kondisi saat ini maupun harapan-harapan pertumbuhan di masa depan.

Pengukuran kinerja perusahaan tradisional seperti price-to-earnings ratios, market-to-book ratios dan market-value-added tidaklah secara eksplisit mencerminkan pentingnya ekspektasi pertumbuhan. Dalam kebanyakan kasus, perusahaan sering menggunakan pendekatan value-management tradisional ini dan mengabaikan kesempatan untuk tumbuh berkembang, kadang bahkan menempatkan perusahaan dalam resiko yang tinggi terhadap kelangsungan usaha jangka panjang. (more…)

Tinjauan Korelasi Harga Minyak Sawit (Crude Palm Oil) dan Harga Minyak Bumi (Crude Oil) serta Kelayakan Konversi Palm-Biodiesel

Posted in Ekonomi, Kelapa Sawit by Efendi Arianto on December 25, 2007

gbr0.jpg

Sentimen pemanfaatan minyak sawit (crude palm oil, CPO) sebagai bahan baku biodiesel telah menyebabkan permintaan terhadap CPO semakin meningkat. Hal ini terkait dengan sentimen pengunaan bahan bakar nabati sebagai dampak dari meningkatnya harga minyak bumi (crude oil), terutama di tahun 2007.

Harga CPO akan terus meningkat karena selain sentimen tentang pencarian bahan bakar alternatif termasuk biofuel berbahan baku CPO, juga karena peningkatan permintaan dari dua konsumen terbesar dunia, yakni India dan China, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di kedua negara tersebut yang saat ini mencapai 8-10 persen per tahun. (more…)

Analisa Ekonomi Minyak Sawit: Sisi Penawaran Malindo dan Sisi Permintaan Chindia

Posted in Ekonomi, Kelapa Sawit by Efendi Arianto on July 6, 2007

proses-sawit.jpg

Note: Malindo = Malaysia dan Indonesia, Chindia = China dan India

PENDAHULUAN

Sektor industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor unggulan bagi negara Malaysia dan Indonesia. Hal ini dikarenakan kondisi geografis wilayah Malaysia dan Indonesia memang sangat cocok untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit. Cerahnya prospek komoditi minyak kelapa sawit dalam perdagangan minyak nabati dunia telah mendorong pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk memacu pengembangan areal perkebunan kelapa sawit. Hingga tahun 2005, lebih dari 85% produksi minyak dunia dihasilkan oleh dua negara produsen utama minyak sawit, yaitu Malaysia dan Indonesia.

Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Malaysia dan Indonesia menjadi sangat berkembang pesat dikarenakan:

1. Kebutuhan minyak nabati dunia cukup besar dan akan terus meningkat, sebagai akibat jumlah penduduk maupun tingkat konsumsi per kapita yang masih rendah.

2. Di antara berbagai jenis tanaman penghasil minyak nabati, kelapa sawit tanaman dengan potensi produksi minyak tertinggi.

3. Semakin berkembangnya jenis-jenis industri hulu pabrik kelapa sawit maupun industri hilir oleokimia dan oleomakanan (oleochemical dan oleofoods), hingga industri konversi minyak sawit sebagai bahan bakar biodiesel.

Tulisan ini bermaksud untuk melihat perkembangan industri kelapa sawit di Malaysia dan Indonesia dari sisi produksi, dengan melihat sisi permintaan dari potensi pasar di China dan India yang merupakan pasar potensial bagi produk minyak sawit Malaysia dan Indonesia. (more…)

Pemanfaatan Google Earth untuk Manajemen Informasi Jaringan Perkebunan Kelapa Sawit

Posted in Kelapa Sawit, Manajemen by Efendi Arianto on July 5, 2007

[Versi makalah seminar dari tulisan ini telah dipresentasikan bersama Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc., Direktur Program Manajemen dan Bisnis IPB, dalam Seminar Nasional "Bersama IT/ICT Membangun Bangsa: Aplikasi Teknologi Komunikasi dan Informasi Indonesia 2006", di Universitas Sahid, Jakarta, pada tanggal 30 Nov 2006].

gb0-ge-globe.jpg

Latar Belakang

Google Earth adalah aplikasi yang dapat diperoleh secara cuma-cuma melalui http://earth.google.com. Aplikasi ini merupakan teknologi terbarukan dari digital imagery satellite image yang digabungkan dengan aplikasi sistim informasi geografis. Dengan aplikasi ini, maka kita bisa menuju kemanapun tempat di bumi ini dan merasakan efek “terbang” di layar komputer kita. Sebagaimana disampaikan dalam berbagai review mengenai Google Earth, model yang ditawarkan oleh Google Earth telah menjadi standar bagi pengembangan aplikasi dan teknologi Geographical Information System saat ini.

Sekalipun aplikasi ini dapat diperoleh secara cuma-cuma, namun aplikasi ini cukup handal dan menarik untuk dimanfaatkan baik untuk keperluan pribadi pada tingkat sederhana maupun untuk keperluan korporat yang lebih luas. Dalam aplikasi yang sederhana, kita bisa melakukan setting untuk menempatkan obyek lokasi (placemark) di suatu tempat pada Google Earth, dan kemudian dapat kita buat satu profil singkat tentang obyek lokasi tersebut. Kemudian, kita bisa menuju ke obyek lokasi dengan simulasi “terbang” dan membaca profilnya.
(more…)

Analisa Kuantitatif dan Contoh Aplikasinya dalam Manajemen Produksi Blok di Perkebunan Kelapa Sawit

Posted in Kelapa Sawit, Manajemen by Efendi Arianto on July 5, 2007

kebun-sawit1.jpg

PENDAHULUAN

Penggunaan matematika untuk pemecahan masalah telah dipergunakan manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Namun demikian, studi formal dan pemakaian aplikasi dari teknik kuantitatif dalam pengambilan keputusan praktis baru berkembang di abad ke dua puluh. Dewasa ini, keberadaan komputer telah menjadikan penggunaan analisa kuantitatif menjadi sangat berkembang.

Analisa kuantitatif adalah pendekatan sains untuk dipergunakan dalam pengambilan keputusan. Pendekatan ini menggunakan data, misalnya barang mentah yang dipergunakan dalam suatu pabrik, data tersebut diolah untuk dipergunakan dalam pengambilan keputusan. Proses Input-Output yang dilakukan pada data mentah untuk diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan inilah yang menjadi jantung dari analisa kuantitatif.
(more…)

FFB Yield Benchmarking: Implementasi Management by Facts dalam Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit

Posted in Kelapa Sawit, Manajemen by Efendi Arianto on July 5, 2007

kelapa_sawit.jpg

Yield benchmarking adalah suatu alat manajemen agronomi yang dapat diterapkan di perkebunan kelapa sawit. Alat ini memperbandingkan kinerja panen suatu blok dengan blok-blok lainnya, sehingga dapat diidentifikasi blok-blok mana saja yang kinerjanya tidak bagus.

Secara teknis pembandingan kinerja blok ini didasarkan atas faktor-faktor yang mempengaruhi panen seperti kelas kesesuaian lahan, jenis bibit dan umur tanaman. Faktor lainnya yang juga dipertimbangkan adalah potensi panen.

Dalam bahasa yang sederhana, blok-blok yang kinerjanya bagus dikenal sebagai “Green Block”, sedangkan blok-blok yang kinerjanya kurang bagus dikenal sebagai “Red Block”. (more…)