Strategika!

Model Return Saham

Posted in Manajemen by efendi arianto on April 22, 2011


Sumber gambar: marketblog.wordpress.com

Ditulis oleh Efendi Arianto pada April 22, 2011. Silahkan mengutip dengan menyebutkan sumbernya.

Return saham sangat sensitif terhadap faktor fundamental dan harapan para investor. Berbagai kajian menunjukkan bahwa pasar modal dipengaruhi baik oleh faktor internal maupun faktor eksternal perusahaan. Faktor internal antara lain adalah kualitas manajemen, pendanaan, bentuk investasi, dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal antara lain adalah penetapan harga, kekacauan dan peperangan, inflasi, tingkat suku bunga, nilai tukar mata uang, dan sebagainya. Namun demikian, secara umum harga saham individual bergerak searah dengan pergerakan pasar secara keseluruhan. Prinsip ini mendasari dikembangkannya model indeks tunggal (single index model) (Amenc dan Sourd 2003).

Model Indeks Tunggal

Bila dilakukan pengamatan pada pasar saham, maka akan terlihat bahwa pada saat pasar membaik, harga saham-saham individual juga akan meningkat. Demikian pula sebaliknya, pada saat pasar memburuk maka harga saham-saham akan turun. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keuntungan suatu saham berkorelasi dengan perubahan pasar (Husnan 2005). Model indeks tunggal menformulasikan bahwa perubahan harga saham dipengaruhi oleh perubahan indeks pasar. Model indeks tunggal biasa dituliskan sebagai:

Rit adalah return dari aset i pada periode t, sedangkan RMt adalah return dari portofolio pasar pada periode t. Sementara ai dan bi masing-masing adalah unsystematic risk dan systematic risk (beta) dari aset i. Menurut Husnan (2005) persamaan tersebut membagi tingkat keuntungan suatu saham menjadi dua bagian, yaitu yang independen dari perubahan pasar dan yang dipengaruhi perubahan pasar. Parameter bi menunjukkan kepekaan tingkat keuntungan suatu saham terhadap tingkat keuntungan indeks pasar. Parameter ai menunjukkan komponen tingkat keuntungan yang tidak terpengaruh oleh perubahan indeks pasar.

Pengukuran Resiko dengan Menggunakan Beta (b)

Menurut Brealey dan Myers (1999) Beta (b) digunakan untuk mengukur sensitifitas dari individual saham terhadap resiko pasar. Kontribusi dari suatu saham terhadap resiko dari suatu portofolio tergantung dari bagaimana saham tersebut dipengaruhi oleh pergerakan pasar. Saham dengan Beta lebih besar dari satu cenderung sensitif dan bereaksi lebih tinggi dari pergerakan pasar. Saham dengan Beta antara nol hingga satu cenderung kurang sensitif dan bergerak seiring atau lebih rendah dengan pergerakan pasar. Suatu portofolio yang terdiri atas seluruh saham akan mempunyai Beta sama dengan satu.

Menurut Husnan (2005) Beta merupakan ukuran resiko yang berasal dari hubungan antara tingkat keuntungan saham dengan pasar. Resiko ini berasal dari beberapa faktor fundamental perusahaan dan faktor karakteristik pasar tentang saham perusahaan tersebut. Faktor-faktor yang diidentifikasikan mempengaruhi nilai Beta adalah sebagai berikut:

1. Cyclicality. Faktor ini menunjukkan seberapa jauh suatu perusahaan dipengaruhi oleh conjunctur perekonomian. Ketika kondisi perekonomian membaik, semua perusahaan akan merasakan dampak positif, sebaliknya pada saat resesi, semua perusahaan akan terkena dampak negatif. Yang membedakan adalah intensitasnya. Ada perusahaan yang membaik pada saat perekonomian membaik, tetapi ada pula yang hanya sedikit terpengaruh.

2. Operating Leverage. Faktor ini menunjukkan proporsi biaya perusahaan yang merupakan biaya tetap, yaitu biaya yang tidak ikut berubah ketika perusahaan merubah tingkat aktivitasnya. Semakin besar proporsi biaya tetap, akan semakin besar operating leverage-nya. Perusahaan yang memiliki operating leverage tinggi akan cenderung memiliki nilai Beta yang tinggi, dan sebaliknya.

3. Financial leverage. Perusahaan yang menggunakan hutang adalah perusahaan yang mempunyai financial leverage. Semakin besar proporsi hutang yang dipergunakan, akan semakin besar financial leverage-nya. Penaksiran Beta saham sebenarnya merupakan penaksiran Beta equity. Semakin besar proporsi hutang, maka pemilik modal akan menanggung resiko yang semakin besar. Karena itu semakin tinggi financial leverage, maka akan semakin tinggi Beta equity.

Model indeks tunggal menyampaikan bahwa return saham dipengaruhi oleh faktor pasar. Konsepsi ini dipandang terlalu menyederhanakan kondisi yang sebenarnya, dan mengabaikan pengaruh faktor lainnya, misalnya faktor spesifik industri. Untuk melengkapi konsep model indeks tunggal, konsep Model Multi Faktor (multi factor model) kemudian dikembangkan untuk dipergunakan dalam analisis return saham.

Model Multi Faktor

Model Multi Faktor (Multi-factor models) yang dikembangkan dengan mengacu pada konsep arbitrage pricing theory (APT), didasari atas asumsi bahwa berbagai faktor ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung, berpengaruh pada return saham. Pada konsep ini, variabel yang mempengaruhi return saham tidak hanya indeks pasar, tetapi juga berbagai faktor terkait lainnya. Secara teoritis disebutkan dalam model penilaian kinerja saham bahwa terdapat kaitan antara perubahan harga saham dengan berbagai faktor yang mewakili aktivitas ekonomi riil. Jumlah faktor yang berpengaruh adalah lebih dari satu, dan faktor-faktor yang berpengaruh tersebut perlu dicari melalui penelitian empiris (Husnan 2005). Model multi faktor dapat dituliskan dalam persamaan sebagai:

Rit adalah return dari aset i pada periode t, sedangkan F1 hingga Fk adalah return dari faktor yang berpengaruh pada periode t.

Menurut Amenc dan Sourd (2003), multi-factor model secara eksplisit dapat dibedakan menjadi model dengan faktor variabel makro ekonomi dan model dengan faktor atribut spesifik perusahaan

Model Faktor Berdasarkan Variabel Makroekonomi

Model ini diturunkan langsung dari Arbitrage Pricing Theory (APT). Faktor resiko yang mempengaruhi return dari suatu aset didekati dengan variabel makroekonomi yang diamati yang dapat diperkirakan oleh para ekonom. Model dengan pilihan lima variabel makroekonomi dan faktor pasar, berasal dari uji empiris yang dilakukan oleh Roll dan Ross (1980) dengan metode faktor analysis. Faktor klasik dalam model APT adalah industrial production, interest rates, oil price, difference in bond rating dan market factor. Model ini menggunakan formulasi sebagai berikut (Amenc dan Sourd 2003):

Rit adalah return dari aset yang diamati untuk periode dan frekuensi tertentu. Fkt adalah inovasi dari faktor yang diperoleh dari variabel makroekonomi yang diamati pada periode dan frekuensi yang sama dengan return aset. Faktor bik untuk setiap aset diestimasi melalui teknik regresi.

Model Faktor Berdasarkan Faktor Fundamental

Pendekatan ini merupakan prosedur yang lebih pragmatis. Tujuan pendekatan ini adalah untuk menjelaskan return dari aset berdasarkan variabel yang tergantung pada karakteristik dari perusahaan. Model tidak menggunakan asumsi teoritis, tetapi lebih menggunakan pertimbangan pemecahan faktorial terhadap rata-rata return dari aset secara langsung. Model mengasumsikan bahwa return dari aset merupakan fungsi dari atribut yang terdapat pada perusahaan. Beberapa model yang pernah diteliti antara lain adalah (Amenc dan Sourd 2003):

Model Tiga Faktor Fama dan French

Model Tiga Faktor Fama dan French dituliskan sebagai berikut:

Dimana
Rit = expected return dari aset i
RFt = rate of return dari risk free asset
RM = expected return dari portofolio pasar
SMB = perbedaan return dari dua portofolio: portofolio dengan kapitalisasi kecil dan portofolio dengan kapitalisasi besar
HML = perbedaan return dari dua portofolio: portofolio dengan rasio book-to-market yang tinggi dan portofolio dengan rasio book-to-market yang rendah

Model Empat Faktor Carhart

Model Carhat adalah modifikasi dari model Fama dan French dengan menambahkan faktor PR1YR, yaitu perbedaan dari rata-rata return tertinggi dan terendah pada periode sebelumnya, diformulasikan sebagai berikut:

Model Barra

Model Barra dituliskan sebagai berikut:

Rit adalah return dari sekuritas i yang dihitung sebagai ekses dari risk-free rate. akt adalah return dari faktor k. eit adalah return spesifik dari aset i

Referensi:

Amenc N, Sourd VL. 2003. Modern Portfolio Theory and Performance Analysis. John Wiley & Sons, West Sussex, England.

Bodie Z, Kane A dan Marcus AJ. 2008. Essentials of Investment. Seventh Edition. McGraw-Hill International Edition. Singapore.

Husnan S. 2005. Dasar-dasar Teori portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi Keempat. UPP AMP YKPN. Yogyakarta.

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat keuntungan usaha para pedagang Bakpia Pathok di Kelurahan […]

  2. cream syahrini said, on June 18, 2014 at 11:38 pm

    Spot on with this write-up, I absolutely think this website needs far more attention. I’ll probably be back again to read
    through more, thanks for the advice!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers