Strategika!

Growth Value Map Perusahaan (Perkebunan) Kelapa Sawit Indonesia: Penggambaran Value Management Masa Kini dan Masa Depan

Posted in Kelapa Sawit, Manajemen, Strategi by efendi arianto on December 29, 2007

value.jpg

Ditulis oleh Efendi Arianto pada Dec 29, 2007. Silahkan mengutip dengan menyebutkan sumbernya.

PENTINGNYA PENGELOLAAN EKSPEKTASI NILAI PERUSAHAAN

Kapitalisasi pasar (market capitalization) yang tinggi sekarang telah menjadi sasaran penting yang ingin dicapai oleh setiap perusahaan. Kapitalisasi pasar diyakini dapat menggambarkan persepsi terhadap keberhasilan ekonomi dan dapat membantu perusahaan mencapai tujuan-tujuan strategis. Sebagai sebuah metrics untuk kinerja perusahaan, kapitalisasi pasar mencerminkan baik kondisi saat ini maupun harapan-harapan pertumbuhan di masa depan.

Pengukuran kinerja perusahaan tradisional seperti price-to-earnings ratios, market-to-book ratios dan market-value-added tidaklah secara eksplisit mencerminkan pentingnya ekspektasi pertumbuhan. Dalam kebanyakan kasus, perusahaan sering menggunakan pendekatan value-management tradisional ini dan mengabaikan kesempatan untuk tumbuh berkembang, kadang bahkan menempatkan perusahaan dalam resiko yang tinggi terhadap kelangsungan usaha jangka panjang.

Untuk kepentingan penggambaran kinerja perusahaan saat ini dan sekaligus dapat menggambarkan harapan terhadap pertumbuhan di masa depan, maka dapat dipergunakan Growth Value Map. Growth Value Map dihitung berdasarkan unsur-unsur metrics tradisional yang menggambarkan kondisi saat ini dan unsur metrics yang menggambarkan harapan pertumbuhan masa depan, seperti kapitalisasi pasar.

GROWTH VALUE MAP

Sebuah Growth Value Map dapat dimanfaatkan sebagai sebuah alat diagnostik yang dapat dipergunakan untuk menilai urgensi strategis dan untuk mengidentifikasi tindakan strategis yang diperlukan untuk menciptakan nilai bagi perusahaan. Growth Value Map ini dapat disusun dengan memanfaatkan informasi yang tersedia di pasar modal maupun dari laporan keuangan publik yang dikeluarkan perusahaan.

Growth Value Map terbagi menjadi empat kategori sebagai berikut:

(1) Excellent value managers. Pasar modal mengharapkan para excellent value managers dapat mencapai tingkatan profitabilitas dan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan pesaing-pesaingnya.

(2) Expectation builders. Pasar modal mengharapkan profitabilitas yang relatif rendah dari para expectation builder ini pada kurung waktu jangka pendek, tetapi dengan harapan pertumbuhan yang meningkat. Ini adalah posisi yang penuh resiko; sejauh mana pasar akan dapat menerima harapan pertumbuhan yang bisa jadi berlebihan?

(3) Tradisionalist. Pasar modal mempunyai harapan yang rendah terhadap potensi pertumbuhan dari para tradisionalist, sekalipun dalam jangka pendek menghasilkan kinerja profitabilitas yang superior. Hal ini dapat saja terjadi karena persepsi terhadap manajemen perusahaan maupun karena terbatasnya informasi positif tentang perusahaan yang seharusnya diberikan oleh para invertor relationnya.

(4) Asset-loaded value managers. Beberapa perusahaan nampaknya gagal untuk mencapai kinerja yang baik pada kedua sumbu. Jika nilai buku mereka tidak terdirtorsi oleh tambahan saham baru, pasar yang rendah mungkin mencerminkan kegagalan perusahaan untuk menciptakan nilai secara efektif. Perusahaan-perusahaan seperti ini gagal untuk memuaskan para pemegang saham dalam kinerja profitabilitas jangka pendek maupun dalam hal prospek jangka panjang. Perusahaan-perusahaan seperti ini memerlukan restrukturisasi strategi pertumbuhannya.

Pada saat ini managing expectation adalah sebuah unsur yang menjadi semakin penting dalam value management baik untuk profitabilitas jangka pendek maupun pertumbuhan jangka panjang. Growth value map dapat dipergunakan untuk keperluan ini karena dapat menggambarkan kapitalisasi pasar dari sebuah perusahaan pada tindakan strategis yang telah diambil (kinerja saat ini) dan menfasilitasi suatu analisis struktural dari tindakan strategis potensial untuk penciptaan nilai perusahaan (pertumbuhan jangka panjang).

GROWTH VALUE MAP PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Dalam paparan berikut ditampilkan posisi perusahaan yang bergerak dalam industri perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan menggunakan analisa Growth Value dan memetakannya dalam Growth Value Map.

Dalam Analisa Growth Value ini, dipilih perusahaan-perusahaan berikut: PT SMART Tbk (SMAR), AALI (Astra Agro Lestari), LSIP (PP London Sumatra), UNSP (Bakrie Sumatra Plantation) dan TBLA (Tunas Baru Lampung).

Kinerja perusahaan dihitung berdasarkan data harga saham mingguan pada periode Januari – Desember 2006. Data lain yang terkait, yaitu Indeks Harga Saham Gabungan dan data Sertifikat Bank Indonesia, juga merupakan data mingguan pada periode yang sama.

PERHITUNGAN PERFORMANCE VALUE

Dalam analisa ini dilakukan perhitungan beta (b) dan discount factor (r) untuk kelima saham tersebut, dengan cara sebagai berikut:

Beta (b) dihitung dari formulasi berikut:

Ri = b*(Rm)

dalam hal ini:
Ri adalah return masing-masing saham
Rm adalah return pasar (IHSG).

Discount factor (r) dihitung dengan formula:

r = Rf + b*(Rm-Rf)

dalam hal ini:
Rf adalah Risk-free rate (menggunakan angka SBI).

Selain itu dalam perhitungan Growth Value juga diperlukan informasi mengenai:

Earning per share (EPS)
Book value per share (BVPS)
Share price (SP)

Angka-angka EPS, BVPS dan SP diambil dari informasi yang tersedia pada JSX Monthly bulan April 2007. Berdasarkan informasi yang tersedia, dari variabel-variabel tersebut kemudian dapat dihitung indikator-indikator berikut untuk setiap perusahaan:

Horizontal axis score = (EPS/r)/BVPS
Vertical axis score = (SP–(EPS/r))/BVPS

Sebagai benchmark, dihitung Horizontal Axis dan Vertical Axis yang merupakan angka rata-rata dari Horizontal Axis score dan vertical axis score dari kelima saham. Berdasarkan Horizontal dan Vertical Axis yang menjadi benchmark tersebut, masing-masing saham dapat dikategorikan ke dalam empat kategori, yaitu Tradisionalist, Excellent Value Manager, Assets Loaded dan Expectation Builder.

PEMETAAN DALAM GROWTH VALUE MAP

Mengacu pada hasil perhitungan performance value dan skor dari horizontal axis dan vertikal axis dari masing-masing perusahaan di atas, maka dapat dipetakan posisi perusahaan SMAR, AALI, LSIP, UNSP dan TBLA dalam sebuah bagan Growth Value Map sebagaimana terlihat pada Gambar di bawah.

growth_value_map.jpg
Gambar: Growth Value Map Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit

Dalam bagan Growth Value Map di atas, SMAR dan LSIP masuk pada kategori Tradisionalist. Sebagaimana disebutkan di depan, perusahaan kategori Tradisionalist ini dianggap memiliki ekspektasi pertumbuhan yang rendah, sekalipun saham-saham tersebut memiliki keuntungan yang baik dalam jangka pendek.

UNSP dan AALI masuk dalam kategori Excellent Value Managers yang menggambarkan keunggulan perusahaan dibandingkan kinerja rata-rata perusahaan perkebunan kelapa sawit lainnya, yaitu kinerja saat ini yang tinggi dan harapan pertumbuhan yang juga lebih baik dibandingkan rata-rata perusahaan.

Sementara itu TBLA masuk dalam kategori Assets-loaded value managers yang menggambarkan kinerja TBLA secara relatif masih belum mencerminkan keberhasilan penciptaan nilai yang diharapkan.

REFERENSI

Ludwig, H., Ringbeck, J. and Schulte-Bockum, J. 2000. Managing Expectations for Value. The McKinsey Quarterly Number 4.

JSX Monthly bulan April 2007

About these ads

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dr. soekartawi said, on February 28, 2008 at 11:52 am

    PARTNERSHIP MODELS FOR OIL PALM PLANTATION DEVELOPMENT: CONCEPT AND ITS IMPLEMENTATION
    (POLA KEMITRAAN DALAM PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT: ANTARA KONSEP DAN IMPLEMENTASI)*

    Oleh: Soekartawi**

    ABSTRACT
    .
    Because of its economic importance as a high-yielding source of edible and technical oils, the oil palm is now grown as a plantation crop in Indonesia. The extensive development of oil palm industries in Indonesia has been motivated by its extremely high potential productivity and value added generated from the oil palm industries.
    In past few years oil palm industries in Indonesia contributed over US$6 billion (2007) to the country’s economy, and its contribution is expected to grow in the coming years. The industry has also generated a huge number of jobs in rural areas throughout the country and dozens of companies operating on over 5.3 million hectares of land.
    Other positive contribution of oil palm is it can be used as a vehicle for eradicating rural poverty, providing a steady supplier of affordable food, non-food, bio-composites, nutritional and pharmaceutical products. Further, oil palm mills are fast becoming generators of renewable energy from their biomass and biogas, and therefore it can be used as a vehicle for showcasing for environmental improvement.

    Aside from the success story of oil palm in economic development in Indonesia there are some negative evidences which indicate numerous negative impacts of oil palm industries on the environment, socio-economic, and local cultures.
    To minimize the above negative impacts, the establishment of better partnership between oil palm industries, government and society is very important. A partnership is basically a strategic alliance or relationship between two or more people or organizations. Successful partnerships are often based on trust, equality, and mutual understanding and obligations. In case of oil palm industry, partnership models are known as PIR-BUN partnership, tripartite partnership, and corporate partnership.
    In order to have an effective and efficient partnership (productive partnership), there seven things that can be taken into account, namely having common interest and mutual goals, sharing resources and expertise, sharing problem solving, recognizing benefits gain from the better partnership, reciprocal relationships, putting partnership as a system approach to management, and doing intensive evaluation and monitoring.

    Kata Kunci: kelapa sawit, kemitraan

    *Makalah undangan disampaikan pada ‘Seminar Nasional Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan’ yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Propinsi Kalimantan Tengah di Palangkaraya, Tanggal 12 Februari 2008.
    **Guru Besar dan Penulis buku-buku Pertanian/Agribisnis dari Universitas Brawijaya, Malang , serta Dewan Pembina Perhimpunan Ahli Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Pusat.

  2. Arron Jacobus said, on July 14, 2008 at 3:51 am

    Yth : Pak Triyanto,

    Idealnya memang kita membuat kebun dari awal, namun saat ini untuk memperoleh benih atau bibit yang berkualitas untuk kebun skala kecil relatif sulit.
    Membeli kebun yg baru ditanam, atau kebun yang sudah panen, sejauh kita mengetahui sejarah kebunnya (asal benih atau bibit, pemeliharaan, hasil panen dan pemupukan yang jelas) dan harganya rasional itu baik.
    Menjadi petani plasma dapat dikatakan sebagai cara yang paling baik bila beberapa hal terpenuhi yaitu :
    1. Perusahaan Inti merupakan salah satu perusahaan perkebunan besar swasta nasional atau swasta asing yang sudah memiliki track record yang baik dalam pengelolaan sistem plasma.
    2. Manajemen perusahaan Inti mau bersikap terbuka (transparan) terhadap petani plasma.
    3. Sistem pembiayaan, pengelolaan, pembinaan dan pembagian keuntungannya jelas.
    4. Mempunyai koperasi dengan perangkatnya yang baik dan jujur.

    Kalau hal-hal tersebut di atas dapat terpenuhi, niscaya pola Plasma sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.
    Demikian sumbang saran yang dapat saya sampaikan untuk pak Triyanto, bila ingin berdiskusi lebih lanjut Bapak dapat menghubungi saya di arron_jac@yahoo.com

    Terima kasih

  3. Triyanto Pangkalan Bun said, on November 30, 2008 at 2:13 pm

    Kami mencari kebun kelapa sawit yang sudah lengkap dengan PKS nya, kira-kira luasnya 10.000 ha, kalau bisa lokasinya tidak di Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Kutai Barat, dan yang ada Barat-baratnya ….. silakan kirimkan e-mail ke tri_sawit@yahoo.co.id

  4. Dharul Fitrah, SE said, on October 4, 2009 at 11:18 pm

    Kami menawarkan Kerjasama Proyek Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Kuantan Singingi – Riau, dengan Izin Lokasi Perkebunan seluas 11.624 Ha oleh Pemda Kuantan Singingi sehingga siap untuk berkebun namun masih proses HGU (Program Paduserasi antara Pemda dan Dept. Kehutanan – RI (Menhut – RI), menunggu susunan Kabinet Presiden RI – SBY yang akan dilantik tgl 20 Oktober 2009.

    Jika ada yang berminat serius untuk Investasi (Kerjasama) senilai Rp 20 Milyar untuk menggarap lahan kami seluas 11.624 Ha, maka dapat menghubungi Saya di HP.0813 103 25000, Esia. 021-9555 6959, Flexy.021-71 569 569, Email : dharulfitrah@yahoo.com) terima kasih.

  5. yusuf said, on October 12, 2009 at 5:35 pm

    untuk melengkapi kebutuhan sarana bagi kelengkapan perkebunan kelapa sawit kami dari asosiasi tani organik nusantara (astonusa) menawarkan produk baru berupa jaring pengaman buah kelapa sawit yang bisa digunakan saat pemanenan agar buah tidak jatuh ketanah sehingga tetap terjaga kualitas buah atau sebagai pengaman hasil panen yaitu sebagai penutup bak truk yang mengangkut hasil panen sehingga memungkinkan hasil panen tidak terjatuh saat diperjalanan. ahmadyusuf81@gmail.com. 0285 797 2992 / 085640835825

  6. Humiras Manalu said, on April 7, 2010 at 5:06 am

    Kami mau tawarkan produk kami untuk pembangunan jalan akses di lokasi perkebunan,dimana produk ini sangat bagus dan jauh lebih hemat biayanya juga waktu pengerjaannya sangat singkat hanya 6-7 jam jalan sudah kering dan langsung bisa dilewati kendaraan pengangkut kelapa sawit,yaitu BIO FERMAZEEM berupa cairan dan tidak berancun dan juga tidak berdebu berfungsi untuk pengeras tanah dan stabilisasi tanah.Mudah sekali cara pengerjaannya,tidak perlu pakai aspal lagi.untuk info lebih jelas hub.Humiras Manalu (0813-9852-0194) Flexi:021-7065-1124 Email:manalu@dyperman.com

  7. Endy Ardhie said, on June 10, 2010 at 8:54 am

    Great post, Thanks for share.. :D

    Please visit my blog,
    http://satyap06.student.ipb.ac.id/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: