Strategika!

Penipuan Melalui Bursa Berjangka, Mengapa Modus Penipuan Seperti Ini Selalu Terjadi?

Posted in Manajemen by efendi arianto on July 5, 2007

Ditulis oleh Efendi Arianto pada Jul 5, 2007. Silahkan mengutip dengan menyebutkan sumbernya.

I. PENDAHULUAN

1.1 Sekilas Perdagangan Berjangka Komoditi

Menurut UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi – sebagai landasan hukum pelaksanaan perdagangan berjangka di Indonesia – perdagangan berjangka (futures trading) adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi yang penyerahannya dilakukan kemudian berdasarkan kontrak berjangka atau opsi atas kontrak berjangka. Perdagangan berjangka berlangsung hanya di pasar-pasar yang terorganisasi atau dikenal sebagai Bursa Berjangka.

Bursa Berjangka memperdagangkan kontrak berjangka untuk berbagai komoditas, seperti pertanian, perkebunan, pertambangan, atau produk-produk finansial seperti mata uang (currency), bahkan indeks seperti indeks saham. Sebagai pasar yang terorganisasi, transaksi di Bursa Berjangka hanya dilakukan anggota bursa yang terdiri dari Pialang Berjangka dan Pedagang Berjangka. Para pengguna Bursa Berjangka yang bukan anggota Bursa Berjangka tetapi ingin memanfaatkan Bursa Berjangka untuk tujuan lindung nilai (hedging) atau investasi (spekulasi) harus menyalurkan keinginannya tersebut melalui anggota Bursa Berjangka yang berstatus Pialang Berjangka.

Ada dua fungsi utama perdagangan berjangka, yaitu sebagai sarana pengelolaan risiko (risk management) melalui kegiatan lindung-nilai (hedging) dan sebagai sarana pembentukan harga (price discovery) yang transparan dan wajar. Harga yang terjadi di pasar berjangka mencerminkan konsensus antara sejumlah besar pembeli dan penjual yang memiliki kesempatan sama untuk melakukan penjualan/pembelian di pasar. Adanya pasar berjangka pun dapat membantu integrasi pasar-pasar lokal ke dalam pasar nasional, bahkan internasional. Dengan terintegrasikannya pasar-pasar lokal, harga di berbagai tingkat pemasaran yang berbeda akan bergerak mendekati pasar nasional dan internasional. Hal itu akan menjamin harga komoditas yang lebih realistis.

Harga yang terjadi di Bursa Berjangka umumnya menjadi acuan (reference price) dunia usaha – termasuk produsen/pengusaha kecil dan petani – dalam melakukan transaksi di pasar fisik. Selain dari dua fungsi tadi, perdagangan berjangka dapat dimanfaatkan juga sebagai alternatif investasi. Kelompok yang memanfaatkan Bursa untuk tujuan investasi adalah kelompok yang dikenal sebagai investor atau spekulator. Mereka memanfaatkan adanya perubahan harga untuk mencari keuntungan, yaitu membeli kontrak berjangka pada saat harga rendah dan menjualnya kembali pada saat harga lebih tinggi.

1.2 Sekilas Otoritas Perdagangan Berjangka

Di Indonesia, otoritas yang mengatur perdagangan di Bursa Berjangka adalah:
1. Bursa Berjangka Jakarta (BBJ)
2. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan
3. PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

Secara ringkas, paparan yang lebih detil dari masing-masing organisasi yang bergerak dalam bidang ini adalah sebagai berikut.

Bursa Berjangka Jakarta (BBJ)

Fungsi utama BBJ adalah menyediakan fasilitas bagi anggota untuk bertemu dan bertransaksi Kontrak Berjangka. Harga ditentukan melalui metode elektronis, melalui interaksi antara permintaan dan penawaran dalam sistem perdagangan. Berikut detail tentang BBJ :
- Didirikan pada tanggal 21 November 2000
- Menyediakan fasilitas bagi anggota untuk bertemu dan bertransaksi Kontrak Berjangka atau pasar tempat pertemuan antara penjual dan pembeli semua jenis perdagangan berjangka di Indonesia.
- Memiliki peran yang sama dengan Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada dunia saham. Hanya saja BBJ merupakan “floor“ untuk setiap perdagangan produk-produk berjangka seperti indeks, komoditi dan forex.
- Situs Resmi: http://www.bbj-jfx.com

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Berikut detail tentang Bappebti
- Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi
- Bertugas melaksanakan pembinaan, pengaturan dan pengawasan kegiatan perdagangan berjangka serta pasar fisik dan jasa.
- Situs Resmi : http://www.bappebti.go.id
- Daftar Pialang terdaftar di Bappebti : http://www.bappebti.go.id/data/perusahaanpialang.asp
- Secara praktis Bappebti berfungsi sebagai pengawas keamanan bertransaksi dalam semua perdagangan berjangka di Indonesia, termasuk di dalamnya Forex Trading. Secara aktif Bappebti mengeluarkan berbagai regulasi dan peraturan dengan tujuan menjaga keamanan investor dalam bertransaksi di bidang perdagangan komoditi berjangka

PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI)

PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) adalah suatu perusahaan negara (BUMN) yang telah mendapat izin usaha dari Bappebti untuk melakukan penyelesaian dan penjaminan transaksi perdagangan berjangka di bursa berjangka. Berikut detail tentang KBI
- Didirikan pada tanggal 25 Agustus 1984.
- Salah satu otoritas pada Industri Berjangka dan Derivatif di Indonesia yang saat ini dimiliki secara penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia.
- Berfungsi untuk mendukung kegiatan perdagangan berjangka secara teratur, wajar dan efisien.
- Dari sisi investor, keberadaan KBI menjamin bahwa setiap dana yang diinvestasikan melalui pialang tidak disalah gunakan untuk kegiatan perusahaan pialang secara pribadi dengan menunjuk Bank Penyimpan untuk Segregated Account dari Pialang untuk menampung dana Nasabah
- Situs Resmi : http://www.kjbk.co.id/

1.3 Etika Bisnis dan Bursa Berjangka

Mengutip apa yang disampaikan oleh Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Hasan Zein Mahmud di harian Kompas 30 Januari 2007 dalam pembahasan mengenai Modus Perdagangan Berjangka Ilegal, bahwa terdapat dua prinsip pokok yang harus dipegang dalam dunia investasi, yaitu: pertama, setiap institusi yang memobilisasi dana masyarakat harus tunduk pada dan diatur oleh minimal satu undang-undang dan diawasi oleh lembaga pengawas. Kedua, dalam investasi berlaku hukum besi: No pain no gain. Harapan keuntungan dan risiko adalah dua muka dari sebuah koin, yang tidak mungkin diambil sebelah saja. Dalam bisnis, orang atau institusi yang mengiming-imingi keuntungan tinggi tanpa risiko dapat dipastikan sebagai pembohong.

Persoalan yang seringkali muncul adalah dalam dunia bisnis adalah, selalu saja terdapat “grey area”, yaitu daerah di mana kesepakatan atau aturan yang tersedia belum ada atau belum bisa memberikan batasan yang jelas. Demikian pula, berbagai perangkat peraturan yang tersedia ini tidak pernah bisa sempurna dan selalu saja ada celah yang dapat dimanfaatkan bagi berbagai oknum untuk “bermain” dan mencari keuntungan secara tidak sah.

Maraknya berbagai kasus penipuan di dunia Bursa Berjangka tidak terlepas dari adanya “grey area” atau berbagai celah dari aturan yang bisa ditembus ini. Kasus penipuan yang berbuntut munculnya pertikaian antar nasabah dan perusahaan yang berlaku sebagai pelaku bisnis di pasar berjangka selalu saja muncul, dan sepertinya masyarakat tidak pernah belajar dari kejadian yang ada.

Persoalan ini memang terkait dengan sikap masyarakat yang tidak mempunyai pemahaman yang cukup untuk dapat mencermati informasi dengan baik. Kasus penipuan yang terjadi di bursa berjangka ini terus terjadi, karena orang terus diajari mimpi untuk memperoleh kekayaan dengan cepat, sehingga kehilangan sikap rasional. Ditambah lagi dengan tidak berjalannya kaidah-kaidah dan norma serta etika dalam melaksanakan bisnis, sehingga banyak oknum memanfaatkan celah yang tersedia untuk mengambil keuntungan dari “keluguan” para nasabah/investor di bursa berjangka.

Etika bisnis mau tidak mau memang diperlukan dalam proses kegiatan bisnis untuk menjamin berlangsungnya norma-norma dan prinsip bisnis. Prinsip dan etika dalam bisnis semestinya dilakukan oleh para pelaku bisnis, guna memberikan kesepakatan yang saling berkeadilan di antara para pelaku bisnis. Hal ini akan dapat terjadi jika tersedia suatu aturan main yang disepakati bersama.

Aturan main ini tentunya dapat berupa undang-undang, peraturan pemerintah, dan lainnya. Perangkat-perangkat tersebut mengatur secara internal dunia bisnis, yaitu bagaimana melakukan bisnis dan berhubungan dengan sesama pelaku bisnis. Semua bentuk aturan main ini merupakan analogi dari norma dan prinsip hidup dalam kehidupan kemasyarakatan secara umum. Perangkat aturan baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis terdapat dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan peraturan ini menjadikan kehidupan kemasyarakatan menjadi berjalan baik. Demikian pula semestinya jika perangkat-perangkat aturan ini diterapkan dalam proses dan kegiatan bisnis.

1.4 Modus Operandi Perdagangan Berjangka Ilegal

Salah satu modus yang dilakukan dalam perdagangan bursa berjangka ilegal dilakukan dengan cara menjaring nasabah dengan beriklan di media masa. Materi iklan yang disampaikan umumnya peluang investasi keuangan. Atau pihak yang bersangkutan melakukan pendekatan secara langsung dengan calon nasabah. Biasanya, pihak yang melakukan pendekatan itu dengan jabatan business consultant, account executive atau direktur pemasaran.

Bila ada masyarakat yang tergiur dengan janji-janji yang diberikan, calon nasabah tersebut diundang untuk datang mengunjungi kantor perusahaan yang bersangkutan dengan tujuan untuk mendapatkan training. Biasanya, kantor itu dilangkapi dengan fasilitas mewah, sehingga memberi kesan kepada calon nasabah bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan investasi bonafide. Pada saat training, calon nasabah juga diberi pemahaman mengenai perusahaan dan aspek teknis perdagangan berjangka.

Bila tahapan ini dilampaui, maka selanjutnya dilakukan penandatanganan perjanjian. Butir-butir yang disepakati pada perjanjian tersebut, antara lain, surat kuasa penyaluran amanat, perjanjian pengelolaan dana, pemberitahuan resiko dan lainnya. Setelah surat perjanjian ditandatangani calon nasabah, maka nasabah harus menyetorkan sejumlah dana ke rekening perusahaan.

Dari beberapa kasus, ada juga dana yang disetorkan ke nomor rekening terpisah. Sehingga kemudian terjadi kasus dimana dana yang ada di rekening perusahaan atas keuntungan yang diperoleh nasabah tidak dapat ditarik. Selain itu, laporan harian posisi saldo rekening nasabah tidak diberitahukan. Sedangkan jika nasabah merugi dari transaksinya, nasabah diminta untuk menyetor dana tambahan.

II. KERANGKA PEMIKIRAN

Seandainya saja semua pebisnis menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang beretika dan semua pelaku bisnis adalah manusia-manusia bijak dan profesional yang menerapkan (Gumbira Said. 2007):
- Standar praktek tinggi
- Kepercayaan dan kejujuran
- Integritas
- Rasa belas kasih

Maka seharusnya tidak terjadi berbagai bentuk penipuan di dunia transaksi bisnis. Tetapi persoalannya, dunia ini memang tidak hitam putih. Selalu saja ada manusia buruk di tengah kumpulan manusia-manusia baik.

Masyarakat yang menjadi korban penipuan di pasar bursa berjangka, atau pasar lain sejenis seperti forex dan index, pada umumnya adalah mereka yang sangat awam tentang perdagangan derivatif. Mereka hanya tergoda oleh mimpi untuk menjadi kaya secara instan. Masyarakat yang awam dan lugu menjadi sasaran empuk bagi eksploitasi keuntungan para pelaku bisnis yang serakah dan tidak beretika. Apalagi kemajuan teknologi informasi semakin memperkuat dan membantu dalam proses eksploitasi ini.

Pelaku dari permasalahan yang muncul melibatkan tiga aktor: Konsumen (yaitu nasabah), Produsen (yaitu pelaku penipuan, biasanya perusahaan yang mengaku bergerak di bidang bursa berjangka), dan Regulator (yaitu pemerintah dan lembaga yang mengatur perdagangan bursa berjangka komoditas).

Mengapa berbagai bentuk penipuan tersebut bisa selalu terjadi? Mengapa masyarakat tidak juga belajar dari berbagai kasus semacam yang telah muncul sebelumnya? Pada bagian selanjutnya Penulis mencoba membahas dan menganalisa hal ini dengan melakukan analisa faktor-faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Faktor-faktor ini merupakan faktor yang terdapat pada pihak Konsumen (sebagai korban) dan faktor dari pihak produsen (sebagai pelaku penipuan).

III. PEMBAHASAN

3.1 Faktor Pendorong dari Pihak Konsumen

Permainan tidak sah yang dilakukan oleh oknum-oknum Produsen sebenarnya tidak perlu terjadi jika tidak ada Konsumen yang terjebak pada permainan tidak sah ini. Pertanyaannya adalah, mengapa ada konsumen yang bersedia mengambil resiko untuk masuk perangkap permainan ini?

3.1.1 Ketidaktahuan dan keluguan konsumen

Sebagaimana disinggung di atas. Ketidaktahuan dan ketidakpahaman konsumen adalah faktor yang utama dalam banyak kasus penipuan bisnis. Jalan yang paling efektif untuk melindungi masyarakat adalah melakukan pendidikan mengenai kegiatan investasi sehingga masyarakat mampu melindungi diri mereka sendiri.

Kedudukan konsumen pada dasarnya adalah lebih lemah dibandingkan pelaku bisnis (produsen) karena konsumen tidak mengetahui secara pasti karakteristik dari barang atau jasa yang dibelinya. Kelemahan ini sering digunakan oleh pelaku bisnis yang tidak bertangungjawab untuk melakukan penipuan dengan dalih menjual barang dan jasa.

Masyarakat harus diberi pemahaman bahwa dalam investasi berlaku hukum yang sederhana: tidak ada usaha, tidak ada hasil. Harapan keuntungan dan resiko berjalan secara bersamaan, tidak mungkin dipilih salah satu saja. Masyarakat harus diberi pemahaman bahwa, semakin tinggi tingkat keuntungan yang ditawarkan, maka akan semakin tinggi pula resiko yang harus ditanggung. Ini adalah prinsip sangat mendasar dari kegiatan investasi, yang selalu disebut di semua buku teks investasi maupun berbagai tulisan dan bahasan tentang investasi.

3.1.2 Keserakahan ingin mendapatkan kekayaan dengan cara pintas

Keserakahan adalah sifat dasar manusia. Konsumen menjadi korban penipuan karena tergiur iming-iming mendapatkan untung besar secara cepat. Berbagai modus penipuan dengan berbagai dalih telah terjadi sebelumnya, dari praktik penggandaan uang, bank gelap, pencarian harta karun dari kapal yang karam, hingga model bisnis bagi keuntungan.

Sikap serakah ini bisa jadi terkait dengan pola konsumerisme yang merajalela di mana-mana. Namun boleh jadi, hal ini muncul karena landasan moral kebanyakan manusia yang tipis, sehingga sering bermimpi untuk mendapatkan durian runtuh tanpa pernah berusaha menanam pohon durian itu sendiri.

3.1.3 Sikap sok menjadi investor saham/forex/index/komoditas

Bisnis saham, forex, pasar index dan komoditas adalah pasar investasi yang relatif baru di negeri ini. Belum banyak pelaku bisnis di bidang ini, sehingga memberikan kesan eksklusif bagi para pelakunya. Berbagai buku tentang keberhasilan pelaku bisnis di pasar ini semakin menjadi aroma yang menarik banyak orang untuk ikut masuk ke dalamnya.

Penipuan dalam bisnis ini sering dilakukan dengan mengusung banyak nama terkenal dari kalangan selebritis atau birokrat sehingga mereka yang awam juga bisa tergiur untuk masuk ke dalam bisnis ini karena dorongan sok berinvestasi seperti orang terkenal lainnya.

3.2 Faktor Pendorong dari Penyedia Jasa

Tidak ada asap, maka tidak ada api. Munculnya praktek penipuan di Bursa Berjangka atau pasar semacam tidak terlepas dari niat para penipu yang ingin mengambil keuntungan dari para korban yang memang berada pada posisi lemah akibat berbagai faktor di atas. Para oknum penipu ini dengan lihai dan jeli mengambil keuntungan di area abu-abu dengan mengelabuhi para korbannya. Berikut dipaparkan faktor-faktor dari pihak produsen dalam praktek penipuan ini.

3.2.1 Niat untuk mengambil keuntungan dari nasabah secara tidak sah

Para pelaku penipuan memang berangkat dari motivasi untuk mencari korban yang dapat ditipu. Berbagai taktik dan strategi memang sejak awal dibangun untuk mengeruk keuntungan setinggi-tingginya, dan di sisi lain memberikan kerugian kepada nasabah pada tingkat yang sama.

Mungkin sudah suratan takdir bahwa dalam perjalanan hidup manusia di bumi ini akan selalu saja terdapat manusia-manusia yang dalam sebagian atau seluruh periode hidupnya memang berlaku kriminal. Demikian pula di pasar berjangka, akan selalu saja terdapat manusia-manusia yang masuk ke dalam pasar tersebut didasari motivasi kriminal untuk melakukan penipuan. Bagi kita yang beribadah pada jalan yang lurus di dunia ini, tidak ada cara lain selain selalu harus waspada dan memahami fakta bahwa, di dunia ini selalu ada orang jahat disamping orang baik.

3.2.2 Memanfaatkan ketidaktahuan nasabah dengan tawaran bunga tinggi

Para pelaku penipuan biasanya sudah sangat tahu profil psikologi konsumen yang berperilaku sebagai investor baru yang bersikap tidak rasional. Para konsumen ini hanya ikut-ikutan berbisnis atau menyetor modal dengan hanya berpedoman pada bujuk rayu orang terkenal, atau teman dekat, dan bahkan saudara sendiri. Mereka tidak terbiasa menganalisis detil situasi dan kondisi sektor investasi yang dimasukinya.

Tingkat keuntungan yang tinggi merupakan obyek yang sangat menarik bagi siapa saja. Deposito di Bank dengan tingkat suku bunga yang tinggi akan lebih dipilih oleh kebanyakan orang yang ingin menanamkan uangnya di perbankan. Bahkan bagi mereka yang mempunyai dana lumayan besar, perbankan bersedia menegosiasikan tingkat bunga yang ditawarkan di atas tingkat bunga pasar yang berlaku.

Perilaku untuk mendapatkan tingkat keuntungan setinggi-tingginya tanpa memahami resiko yang tersembunyi di belakangnya telah dimanfaatkan oleh para penyedia jasa untuk menjerat para korbannya. Biasanya dalam beberapa bulan pertama, tingkat keuntungan yang ditawarkan ini memang dapat diberikan, namun kemudian ketika economies of scale dari usaha yang ada sudah maksimal, maka berbagai dalih disampaikan untuk menjelaskan kerugian yang muncul. Dan para korban yang terlanjur terjebak kehilangan dana investasinya hanya bisa pasrah karena tidak memahami resiko ini sebelumnya.

3.2.3 Memanfaatkan para pencari kerja baru

Banyaknya penganggur terdidik, terutama di kota besar seperti Jakarta, juga menyumbang peran yang tidak kecil. Para lulusan perguruan tinggi yang penuh semangat ini berusaha untuk mengisi dunia kerja yang diimpikannya. Mereka akhirnya terperdaya dengan “peluang kerja eksklusif” yang ditawarkan oleh para penipu. Apalagi diiming-imingi untuk masuk pada dunia “keuangan modern” yang ekslusif dan identik dengan bisnis di kota besar.

Secara umum, biasanya modus penipuan semacam ini dilakukan dengan pola pembukaan lowongan kerja melalui media masa (lihat Lampiran), ataupun melalui media internet dengan karakteristik:

1. Jarang yang mencantumkan nama perusahaan atau hanya singkatan dan tidak mencantum alamat jelas, biasanya menggunakan email sementara dengan memanfaatkan free-email seperti yahoo, hotmail, gmail, dan lain-lain.

2. Tidak menyatakan dengan jelas bidang usaha, misalnya: Global International Finance, Sistem Informasi Perekonomian Dunia, Wirausaha, Analisa Ekonomi Internasional, dan lainnya.

3. Tidak menyebutkan posisi pekerjaan, biasanya menggunakan istilah: Consultant Financial, Management Trainee, Marketing Executive, Business Consultant, dan lainnya, dengan tipe kerja Full Time, Part Time, Permanent, atau Freelance.

4. Menjanjikan pendapatan berupa gaji dan bonus yang tinggi di atas Rp5 juta, atau dalam mata uang USD, serta memberikan training singkat berupa on the job training.

5. Berlokasi di tempat-tempat strategis yang merupakan pusat perekonomian Jakarta: SCBD, Gedung BEJ, Sudirman, Thamrin, Kuningan, dan lainnya.

6. Persyaratan hanya sederhana: minimal 23 tahun, bisa mengoperasikan komputer, dan bersedia mengikuti training

7. Tidak menyebutkan kemungkinan resiko atau kerugian yang begitu besar dalam kegiatan trading forex dan index.

3.3 Perlunya Pendidikan dan Pembelajaran Masyarakat

Modus penipuan bisnis semacam yang berlaku di bursa berjangka agaknya akan tetap muncul di masa mendatang. Tetap saja akan ada oknum-oknum yang akan mencari mangsa dengan bujuk rayunya serta berani menempuh resiko melanggar hukum demi mendapatkan keuntungan besar dari orang lain secara tidak sah.

Oleh karenanya, pendidikan dan pembelajaran masyarakat luas harus selalu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya modus penipuan tersebut. Pembelajaran masyarakat dengan membuat transparan berbagai modus penipuan seperti yang terjadi di bursa komoditas perlu dilakukan secara rutin. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara untuk melawan berbagai bentuk iklan yang bermotif penipuan.

Saat memulai investasi, hal pertama yang harus diketahui oleh nasabah adalah melakukan penilaian apakah investasi tersebut memiliki legalitas dan dasar hukum yang jelas, terutama dalam forex trading. Legalitas (terutama mengenai perizinan pialang dan wakil pialang) menjadi isu yang sangat penting karena tanpa adanya legalitas dari pemerintah, maka artinya keberadaan dana investor tidak dijamin keberadaannya oleh pemerintah dan tidak ada perlindungan untuk hak investor. Karena ada begitu banyaknya penawaran dari perusahaan Pialang yang tidak berizin (ilegal) dengan risiko membawa kabur dana nasabah akibat tidak adanya pengawasan dari instrumen-instrumen pemerintahan.

Perizinan diperlukan untuk mengawasi dan memastikan bahwa perusahaan Pialang merupakan perusahaan yang jelas dan bonafid. Sebagaiaman disebutkan dalam bagian awal tulisan ini, di Indonesia, badan pemerintahan yang mengatur perizinan dan kegiatan investasi forex trading dipegang oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) dan KBI (Kliring Berjangka Indonesia).

Pialang yang Legal atau Resmi berarti Pialang tersebut terdaftar di ketiga badan Otoritas Perdagangan Berjangka (BBJ, Bappebti dan KBI), di luar itu atau ketidaklengkapan izin berarti bahwa Pialang tersebut tidak legal dan keamanan dana nasabah tidak dijamin oleh pemerintah.

Pasar forex adalah pasar yang sangat besar. Banyak orang yang berminat berinvestasi dibidang ini. Ini menjadi lahan subur timbulnya berbagai jenis penipuan dengan menyamar sebagai pialang-pialang forex. Kalau mempunyai izin resmi, maka dana yang disetorkan nasabah untuk berinvestasi akan disalurkan ke BBJ melalui sebuah rekening terpisah yang biasa disebut “segregated account”. Rekening terpisah ini berguna untuk menampung semua dana nasabah yang berinvestasi sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak manapun termasuk pialang yang bersangkutan.

Mereka yang tidak mengantongi izin bisa saja memakai berbagai macam promosi yang muluk-muluk untuk menjerat calon nasabahnya sehingga mau bertransaksi forex dan menyetorkan dananya (tentu saja bukan ke rekening segregated account). Hasilnya? Dana nasabah tidak dapat dipertanggung jawabkan keberadaannya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi perusahaan legal atau tidak:

1. Perusahaan legal memiliki izin menjalankan usaha yang dikeluarkan oleh BBJ dan Bappebti. Apabila mereka memiliki website, biasanya mereka melampirkan kopi izin mereka pada page yang ada.

2. Pastikan apabila menyetorkan dana pada mereka, nomor rekening yang dituju adalah rekening segregated.

3. Pialang-pialang yang mempromosikan bahwa apabila bertransaksi forex melalui mereka kita dibebaskan dari charge patut dicurigai. Ini mustahil terjadi di Indonesia. Sebab pemerintah mengenakan charge pada tiap-tiap pialang berizin yang akan dibebankan kepada nasabahnya.

Beberapa kasus yang pernah terjadi diantaranya adalah adanya pialang yang membawa kabur dana nasabahnya dan melakukan aksi pembandaran yaitu dengan tidak meneruskan dana yang disetorkan nasabah ke bursa malinkan ke rekening lainnya, dan aksi premanisme/kekerasan dalam perihal penarikan dana nasabah. Semua kasus tersebut tentunya merugikan nasabah/investor sekaligus memberikan image yang buruk mengenai perdagangan berjangka khususnya forex trading.

Untuk itu sangat disarankan untuk setiap investor menjalankan investasinya pada pialang yang memiliki izin resmi dari pemerintah. Daftar pialang-pialang berjangka yang memiliki izin resmi dari pemerintah dapat dilihat pada http://www.bappebti.go.id/data/perusahaanpialang.asp. Pialang yang tidak terdaftar di BBJ, Bappebti dan KBI tentunya adalah pialang yang tidak mempunyai ijin resmi.

IV. KESIMPULAN

Kebanyakan pelaku bisnis memandang dan melakukan bisnis semata-mata dari sudat pandang ekonomi. Dari sudut pandang ini tujuan bisnis adalah mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dan untuk mendapatkan keuntungan tersebut berbagai cara dihalalkan begitu saja, asal dapat memenangkan persaingan dan meraih keuntungan.

Hal ini menyebabkan dalam berbagai kasus, etika berbisnis nyaris terabaikan, karena oknum-oknum pelaku bisnis yang tidak menerapkan etika dalam bisnisnya hanya mengukur aktifitas bisnis dalam sisi pandang untung rugi dalam hubungan kemanusiaan. Jika, para oknum ini memahami adanya peraturan dan hukum yang melingkupi bisnis yang dijalankannya, merekapun akan mencoba untuk mencari berbagai celah untuk tetap melakukan cara-cara mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya sekalipun harus dilakukan dengan cara yang tidak sah.

Perilaku bisnis yang tidak mengindahkan etika tentu saja tidak dapat diterima dalam tatanan masyarakat yang beradab dan beragama dewasa ini. Sudut pandang ekonomi seharusnya bukanlah satu-satunya dalam memahami bisnis, apalagi jika bisnis tersebut ingin disebut sebagai bisnis yang baik. Bisnis yang menguntungkan secara ekonomi dan beretika sehingga tidak merugikan pihak lain serta patuh pada aturan dan hukum yang berlaku semestinya adalah bentuk bisnis yang akan langgeng dalam jangka panjang. Tetapi nampaknya norma seperti ini bagi sebagian orang tidak merupakan kaidah yang harus diamini. Tentu saja hal ini terkait dengan tingkat kedewasaan berbisnis dari setiap pelaku bisnis.

Tingkatan paling dasar adalah meraka yang hanya mengindahkan prinsip mencari keuntungan semata dengan mencoba menyiasati berbagai peraturan dan tidak berdasarkan kaidah moral yang diatur oleh agama. Tingkatan paling atas adalah tingkatan ideal bagi para pelaku bisnis. Mereka melakukannya dalam koridor aturan dan hukum yang jelas dan didasari semangat untuk beribadah sesuai dengan tatanan agama yang dianutnya.

Bisnis seharusnya dapat dikembangkan sebagai suatu bentuk aktivitas manusia yang mulia. Hal ini dapat merupakan sebuah bentuk profesi yang mengacu pada syarat-syarat dasar (Harefa. 2007):
1. Adanya keahlian, kompetensi, dan keterampilan.
2. Adanya komitmen moral yang serius.
3. Dilakukan untuk mencari nafkah (yang halal).

Dengan memenuhi dan memahami serta mempraktekkan prinsip-prinsip etika bisnis di atas, maka bisnis dapat dikembangkan menjadi sebuah aktivitas yang mulia, karena tidak hanya dijalankan sebagai kegiatan untuk mencari nafkah semata (yaitu keuntungan ekonomis), tetapi lebih dipahami sebagai usaha untuk memenuhi panggilan kemanusiaan (dengan pertimbangan religi) dalam bidang bisnis, yang tunduk pada aturan dan hukum yang berlaku.

Kaidah-kaidah dari moral pelaku bisnis sangat dipengaruhi oleh ajaran serta budaya yang dimiliki oleh pelaku-pelaku bisnis sendiri. Setiap agama mengajarkan pada umatnya untuk memiliki moral yang terpuji, termasuk dalam kegiatan untuk memperoleh keuntungan dalam berbisnis. Dalam melakukan transaksi bisnis, jika dilakukan dengan jujur dan bertanggungjawab, jelas kedua belah pihak akan merasa puas dan memperoleh kepercayaan satu sama lain, yang pada akhirnya akan terjalin kerja sama yang erat saling menguntungkan.

Etika bisnis memegang peranan penting dalam membentuk pola dan sistem transaksi bisnis, yang pada akhirnya menentukan warna dan nasib bisnis yang dijalankan seseorang. Mungkin perlu dicontoh prinsip bisnis yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW (Hidayat. 2007). Sisi yang cukup menonjol dalam peletakan etika bisnis Nabi Muhammad SAW adalah nilai spiritual, humanisme, kejujuran, keseimbangan, dan didasari semangat untuk memuaskan mitra bisnisnya.

DAFTAR PUSTAKA

BAPPEBTI. 2001. Buletin Perdagangan Berjangka, EDISI Nopember 2001, “Masyarakat Rugi, Hukum Belum Bergigi”, diakses pada tanggal 10 Februari 2007 dari alamat http://www.bappebti.go.id/publikasi

__________, 2007. “BAPPEBTI Menggelar Seminar Bertajuk: Prospek Perdagangan berjangka di Indonesia”, Edaran, diakses pada tanggal 10 Februari 2007 dari alamat http://www.bappebti.go.id/publikasi/eda00504.asp

__________, 2007. “Strategi BAPPEBTI Redam Praktek Illegal”, diakses pada tanggal 10 Februari 2007 dari alamat http://www.bappebti.go.id/publikasi/ displayberita.asp?idi=379

Broto, Rab A., 2007. “Pola Piramida + Keserakahan = Korban”, diakses pada tanggal 11 Februari 2007 dari alamat http://www.pembelajar.com/

Harefa, Andreas. 2007. “Membangun Profesi Mulia”, diakses pada tanggal 11 Februari 2007 dari alamat http://www.pembelajar.com/

Hidayat, H. Muhammad. 2007. “Etika Bisnis Nabi Muhammad SAW”, diakses pada tanggal 11 Februari 2007 dari alamat http://www.ahadnet.com/ ekonomibisnis.htm

Mahmud, Hasan Zein. 2007. “Modus Perdagangan Berjangka Ilegal”, Harian Kompas 30 Januari 2007, diakses pada tanggal 5 Feruari 2007 dari alamat http://www.kompas.com/

Mubyarto, “Etika Bisnis Pancasila”, diakses pada tanggal 11 Februari 2007 dari alamat http://www.ekonomirakyat.org/edisi_2/artikel_1.htm
________, “Penerapan Ajaran Ekonomi Islam di Indonesia”, diakses pada tanggal 11 Februari 2007 dari alamat http://www.ekonomirakyat.org/edisi_1/ artikel_4.htm

Pin, It, “Etika dan Bisnis”, diakses pada tanggal 11 Februari 2007 dari alamat http://www.kompas.com/kompas-cetak/0606/30/opini/2734491.htm

Rindjin, Ketut. 2004. Etika Bisnis dan Implementasinya, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Safitri, Indra, “Perkembangan Pasar Komoditi Berjangka dan Prospeknya”, The Insider, Journal Online, diakses per tanggal 10 Februari 2007 dari sumber: http://business.fortunecity.com/buffett/842/art000012_perkkomiditi.htm

Said, E. Gumbira. 2007. Handout Kuliah Falsafah Sains, Etika Bisnis dan Corporate Governance, Program Doktor Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Simanjuntak, Payaman. 2005. “Peranan Etika dalam Bisnis”, diakses pada tanggal 11 Februari 2007 dari alamat http://www.nakertrans.go.id/majalah_buletin/ info_hukum/vol3_vii_2005/

About these ads

16 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Nugroho Ananto said, on July 14, 2007 at 3:50 am

    Mas Efendi, SALLUUUTTT
    Tulisan-tulisan ini merupakan salah satu wahana desiminasi pengetahuan manajemen tidak hanya dari perspektif akademik, tapi juga pada praktek yang berjalan.
    Koleksi “Kata-kata bijak” nya juga dapat menginsiprasi para pembaca (termasuk saya).

    Insya Allah ini merupakan kontribusi pada pembangunan SDM Indonesia, yang artinya juga merupakan kontribusi pada pembangunan bangsa

    Nugroho Ananto

  2. Rudi Sinaba, S.H said, on August 16, 2007 at 8:45 am

    Luar Biasa,
    Anda mengulas dengan tuntas persoalan yang sedang hangat dengan tuntas dan jitu.
    Bisnis Bursa berjangka ini, mempunyai ciri khas yang sangat
    perlu diketahui oleh masyarakat, yakni : Katanya (promosi) bahwa bisnis di bursa berjangka / Future Exchange tidak mempunyai resiko kerugian . Padahal setelah menandatangani perjanjian atau kuasa Amanat dan setelah menyetor sejumlah dana barulah muncul pemberitahuan resiko yang antara lain bunyinya nasabah menanggung semua resiko kerugian yang mungkin dialami oleh pialang berjangka dalam bertransaksi di bursa berjangka, dan yakinlah kalau sudah begini pasti anda akan dikatakan kalah dalam bertransaski dan selanjutnya mereka minta tambahan dana begitu seterusnya.
    Aduh bisnis ini, sesungguhnya penuh resiko, saya pernah mengikuti pelatihan salah satu perusahaan jenis ini di Jakarta. ujung-ujungnya kita diundang untuk berinvertasi atau mencari nasabah, selalu yang muluk-muluk disampaikan padahal resikonya dan mungkin truik-trik kotornya tudak pernah diberitahu.
    Hati-hatilah

  3. rini said, on September 14, 2007 at 9:21 am

    waduh serem juga ya bagi yang pernah punya bad experience, untung aja sekarang ini saya bergabung pada perusahaan pialang yang legal dan tercatat dalam bappebti, KBI. jadi hal ini jadi mudah bagi saya memberitahukan kepada para investor bagaimana cara yang aman berinvestasi. memang yang pertama legalitas terjamin, investor ditangani oleh trader yang berpegalaman di bidangnya, aktif dan sangat akurat dalam memberikan berita baik atau buruk kepada nasabah dalam bertransaksi. ingin ikuti jejak para investor yang aman dan menguntungkan ??? email saya di phinoi730@yahoo.com

  4. iwan said, on November 4, 2007 at 8:11 am

    terima kasih ulasannya yang begitu bagus menambah pengetahuan saya tentang bursa berjangka dan forex. ternyata tidak mudah untuk berinvestasi di bursa berjangka tetapi setelah membaca ulasan anda banyak pertanyaan dikepala saya
    1. tidak selamanya investor itu mempunyai modal yang besar jauh lebih banyak yang mempunyai modal kecil terus bagaimana caranya pemodal kecil ini ikut berinvestasi dipasar berjangka kalau pialang resmi banyak yang mengenakan fee yang kadang tidak masuk akal?
    2. Bagaimana pendapat anda tentang banyaknya bisnis keuangan on-line yang menyerbu indonesia yang saya amati tidak sedikit peminatnya.
    3. Bagaimana regulasi yang ada di negara indonesia yang cenderung melindungi investor menengah keatas. (kalau melihat tulisan anda loh)
    4. kalau anda benar-benar mempunyai komitmen terhadap rakyat kecil dalam berinvestasi di pasar berjangka tolong lanjutkan langkah anda bukan hanya teori yang hanya ada dibuku referensi aja.
    5. Saya sangat menunggu jawaban anda melalui email saya semoga apa yang kita cita-cita suatu sistem perekonomian yang madani dapat tercapai

  5. efendi arianto said, on November 7, 2007 at 4:41 am

    Bapak/Ibu,

    Saya sampaikan terimakasih untuk komentar yang diberikan.

    Untuk Pak Iwan, prinsip dasar dalam investasi tetap saja “no pain no gain”, “high risk high return”;

    Oleh karenanya, semua orang HARUS MAU BELAJAR untuk memahami bahwa di balik tawaran keuntungan yang tinggi juga terselip resiko yang sama tingginya. Dan hal ini berlaku untuk kegiatan investasi di manapun, di bidang apapun, apakah itu mendanai Warung Tegal, beli kambing untuk diperanakkan, simpan uang di bank, beli reksadana, atau yang lainnya …

    Terimakasih,
    Efendi Arianto

  6. Andre said, on November 26, 2007 at 8:56 am

    Kepada Rekan Pembaca.
    Salam kenal!

    Saya ucapkan banyak terima kasih atas komentar penulis.

    Selama ini, saya sudah sering melihat, mengamati dan bahkan juga memberanikan diri untuk terjun ke berbagai dunia bisnis. Pada dasarnya semua jenis bisnis/perdagangan mengandung resiko. Dan resiko sebesar apapun sebenarnya dapat diminimalisir kalau kita mau mempelajari lebih mendalam tentang bisnis yg akan ditekuni. Segala sesuatu ada pengorbanannya. Persoalannya banyak sekali manusia bodoh selalu maunya untung gede dan resiko tidak ada. Ibarat membeli saham atau portofolio lainnya dengan harapan harga terus naik. (Itu namanya Or-Gil) Sudah tau yg namanya harga selalu berfluktuasi. Jgn coba2 deh melawan pasar.

    Saya Mohon ma’af klo ada kt2 sy yg tidak enak u/ didengar.

  7. Ucok said, on March 4, 2008 at 10:43 am

    Apa yang bapak ulas akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang emang blom mengetahui dengan jelas apa itu perusaahan berjangka.

    Semoga banyak yang membaca
    Thank Mr

  8. dhimas said, on November 22, 2008 at 5:04 pm

    terima kasih,
    beberapa materi yang saudara ulas sungguh sangat berbobot,referensi dan segala latar belakang tentang bisnis tersebut tepat dengan apa yang terjadi dilapangan,
    beberapa Modus Operandi yang sering dilakukan oleh pelaku-pelaku “gelap” adalah:
    1. berusaha sebisa mungkin utk menarik nasabah (account) yg selanjutnya diminta untuk invest sejumlah uang (yg nominalnya lumayan besar)).
    2.masih ada beberapa keculasan “para pemain’ tersebut yaitu dengan cara memanipulasi data server yg digunakan utk transaksi.
    3.belum lagi beberapa perusahaan yang tidak memiliki ijin,yang dengan bebas mengeruk keuntungan dari korbannya.
    sementara ini kasus yang terjadi dlm dunia per”trading”ngan masih minim sekali tersentuh sanksi,maka berhati-hatilah untuk memilih investasi bisnis

  9. didi said, on November 28, 2008 at 6:25 pm

    thanks…

    ulasan yg anda ulas di atas sangat berarti bagi saya,krn semuanya pernah sy alami waktu sy bermain di dunia trading..mulai dr penawaran sampai disuruh menambah uang(injeck),untuk para teman-teman yg sdh bergabung saya harap berhati-hati kepada para pialang,jgn sampai termakan rayuannya,yg terpenting kita harus memahami segala resiko dan bukan pialang yg mempunyai uang tetapi para pialang hanya memburu target.thanks

  10. Kassa said, on April 7, 2009 at 7:21 am

    Buat Yg Nawarin Investasi Future Trading,
    Tolong Ya Jangan Bicara Untung Saja, Bicarakan Kerugian Atau Resiko-nya

    Undang-undang Perdagangan Berjangka Mewajibkan Kita Untuk Lulus Ujian Wakil Pialang Berjangka Dari Bappebti Sebelum Menawarkan Produk Beresiko Tinggi Ini, Minimal Anda Didampingi Oleh Wakil Pialang

    Inilah Pembodohan Di Masyarakat, Makanya Banyak Korban …

    Silakan Catat Perusahaan Yg Sering Melakukan Pembodohan :

    - Solid Gold Berjangka
    - Maxgain International
    - Graha Finesa Berjangka
    - Valburry Future
    - dl PT yang berembel-embel FUTURES atau BERJANGKA

    ——————- Dari Mantan Wakil Pialang Berjangka Yg Masih Tergabung Dalam Asosiasi Wakil Pialang Berjangka —————

    TERNYATA SUDAH BANYAK KORBAN………. ADAKAH YANG SEGERA MENYUSUL ?????

  11. Iqbal said, on July 30, 2009 at 9:12 am

    yang bener “teliti sebelum membeli” atau ” belajar sebelum kejebur”. Semua juga tau naik pesawat cepat, tapi klo mesin macet siapinnya peti mati artinya tidak akan pernah ada iklan penerbangan gambar “Pesawat Jatuh”. Artinya banyak tahu dan mengerti dulu lah baru terjun, carilah yg memberi info berimbang Untung dan Rugi. Aku pernah klik blog yg menurut aku fair dan ada cara analisa, kalo penasaran nih blognya http://assoyy.wordpress.com

  12. ray said, on January 12, 2010 at 6:30 pm

    Papa saya tertipu dgn perempuan nama michelle alias keke, ngakunya mahasiswi kedokteran di daerah cempaka putih tetapi stlh di selidiki ternyata dia sudah DO dr thn 2007. Targetnya dokter atau anak dokter, dan penipuannya melalui investasi forex di daerah sudirman.

    Setelah kejadian ini saya dan papa mendatangi tempat kosnya di jakarta selatn dan trnyata kami bukan orng prtama. Papa gak mau melaporkan ke pihak polisi karena alasan reputasinya sebagai dokter dan mamaku. Beliau gak mau buat mama cemas.

    kalau ada yg kenal dengan perempuan ini tolong hubungi saya lewat email.
    Namanya keke /michelle,mengaku calon dokter tinggal di bandung, emailnya khe_mdk@yahoo.com (kalau masih aktif)hpnya sudah tidak aktif, lahir 17/08/1983.

  13. anggel said, on January 12, 2010 at 7:07 pm

    Wah kayaknya gua kenal ma ni cewek, bekas temen kos gua di cem-put gak seberapa kenal sih tapi karena banyak yang nyari gua jadi tau ceritanya.
    Emang target dia dokter or anak dokter pinter ngerayu anget nie cewek, alias manis mulutnya gua pernah denger dia ngerayu cowok pas gua lewat kamarnya. Tampangnya ok lah tadinya pake jilbab gak tau kenapa dilepas. Dulu waktu masih sekosan kedengerannya dia pacarn sama anak mahasiswa di depok, bokap nih cowok dokter dia cerita2 ke kita waktu makan di warung deket tempat kos. Dah cek in katanya terus mau merit kalau cowoknya dah beres kuliah.
    Terus gua gak denger lagi beritanya karena gua nerusin kuliah ke singapur tapi bulan agustus atau september 2009 tgl 30an kalau gak salah gua gak sengaja ketemu di sahid hotel sama cowok kayak cina gitu. Malem
    Kalau mau info selanjutnya gua kenal temen kuliahnya yang deket dan tau rumahnya di bandung. Email gua aja deh. Gua juga denger dari temen kuliahnya itu kalau dia emang suka nipu gitu. Kerja di forex jakarta tapi gak tau di mana?

  14. jayakusuma said, on February 4, 2011 at 11:47 am

    maaf, saya baru membaca articel ini setelah sdr. efendi arianto menulis 4 th yg lalu.saya pikir gak apa2 kalau baru sekarang saya memberikan comment atas tulisan tsb, siapa tau bermanfaat bagi para investor yg mencoba berinvestasi di bursa komoditi (future trading/derifative trading).apa yg sdr penulis uraikan tsb cukup bagus, teoritis dan ada 50 % benarnya. kenapa hanya 50% krn saya melihat penulis bukanlah orang yg terjun langsung secara praktek bertransaksi di future trading dan pernah mengalami kerugian yg besar dlm bertransaksi di bisnis ini. beliau hanya menulis tentang keamanan dari sudut pandang pemerintah saja (dari aspek hukum saja, tapi tdk membahas sebenarnya bisnis ini menguntungkan atau bisnis tipu2).saya melihat hampir semua tulisan ataupun ulasan mengenai kerugian di bursa komoditi ujung2nya karna mereka bertransaksi di pialang ilegal. bahkan hampir semua pialang legal bahkan Bapebbti dan BBJ pun secara tidak langsung ikiut mengiklankan bahwa kalau mau aman bertransaksi di future trading para investor harus teliti menginvestasikan danannya jangan sampai invest di tempat yg tidak aman. inilah sebenarnya perkataan yang “MENYESATKAN” bagi para investor. perusahaan pialang ilegal jadi kambing hitam. seolah-olah kalau anda berinvestasi di perusahaan pialang Legal maka dana anda pasti bertambah dan untung. padahal keinginan investor di dlm berinvestasi cuma satu yaitu profit…profit….profit. Sekarang menurut pandangan saya yang perlu disosialisasikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia bahwa future trading bukanlah “PELUANG INVESTASI TAPI JUDI (GARAR)”. dari sudut pandang Islam future trading lebih banyak unsur “GARAR”nya yaitu 90% resiko ruginya lebih besar(jadi bisnis ini harus dijauhkan karena bukan tergolong investasi tetapi judi). artinya siapapun orangnya yang mencoba berinvestasi di future trading (forex, indeks ataucommodity) baik di pialang LEGAL maupun ILEGAL maka dananya pasti habis. kalau memang future trading menguntungkan, kenapa tidak perusahaan pialang yg dianggap LEGAL tsb saja yang bertransaksi, kenapa mereka mesti cari investor lagi. kalau memang investasi ini menguntungkan mereka tinggal pinjam uang di bank dan mereka sendiri yang melakukan transaksinya. kenyataannya mereka hanya ingin mengharapkan commision fee saja. jangan terbujuk rayu juga dengan kata2 kalau perusahaan pialang legal, anda akan didampingi oleh wakil pialang yang berpengalaman sehingga anda akan aman. kalau boleh saya bertanya sepengalaman-pengalamannya wakil pialang kalau dia sudah membuka posisi beli (OB) apakah besok dia tau harga naik atau turun?disinilah judinya.dari hasil analisa saya selama hampir 7 th dan saya sudah mewancarai lebih dari 1000 orang yang pernah bertransaksi di future trading baik di pialang LEGAL maupun yang ILEGAL hasilnya 95% rugi. yang 5 % untung karena begitu transaksi pertama mereka untung mereka langsung quit dari bisnis ini. lalu kenapa dalam bisnis ini banyak perusahaan pialang ILEGAL yang beroperasi, karna dari pengamatan saya mereka2 ini adalah mantan para investor juga yang uangnya banyak yang habis dalam investasi ini dan menyadari kalau investasi ini tidak menguntungkan (banyak mudaratnya).makanya mereka berlomba terjun ke bisnis ini walaupun secara ILEGAL karna pasti menguntungkan karena semua uang investor perlahan-lahan akan menjadi milik mereka karena kalah dalam bertransaksi. Nah para pembaca saya rasa ini adalah ulasan yang lebih proporsional. saya tahu ILEGAL itu memang menyalahi hukum tapi janganlah kerugian yang ditimbulkan dalam bertransaksi di future trading dikarenakan investor tsb bertransaksi di tempat yang salah tapi sekali lagi saya katakan memang “FUTURE TRADING (FOREX,INDEKS ATAU COMMODITY) BUKANLAH PELUANG INVESTASI TAPI LEBIH TEPAT DISEBUT judi. SO kesimpulannya kalau anda memiliki dana yang banyak saran saya hindarilah transaksi di bursa, lebih baik berinvestasilah di SEKTOR RIIL yang secara Islam lebih jelas hukumnya karena ada uang dan ada barangnya.

  15. Dwi said, on March 2, 2012 at 10:56 am

    YTH bapak penulis.

    itu sangat benar itu judi dan benar benar judi.saya ketipu 600juta setelah menjual rumah saya, jadi setelah mengiklankan rumah di internet para pialang itu berpura-pura ingin membeli, dan selanjutnya menunggu rumah laku. Setelah rumah laku yang lain datang dan menurut kami menggunakan kekuatan hipnoterapi, kami dengan suka rela mengikuti perintah mereka, mentranfer dan menandatangani perjanjian. Sampai saat ini uang saya habis. Walaupun banyak sekali undang-undang yang dilanggar, walaupun saya sudah melaporkan ke bappebti, tetapi sampai saat ini bappebti tidak ada tanggapan apa-apa.

    Mungkin bapak penulis bisa membantu kami mencari penyelesaian dan mengadukan pengaduan tentang pelanggaran hukum, kepada siapa dan kemana, karena bappebti sendiri tidak mau memberi tanggapan,

    salam saya.
    dwi

  16. [...] dengan keyword “bursa berjangka” akhirnya nyasar ke post ini yang ditulis oleh efendi arianto semoga bisa menelaah dan mencerna, hehehe. Jujur, menurut saya [...]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: